Rabu, 20 Januari 2016

10wk2d

Kunikmati setiap gerak-gerik perubahanku. Kucoba, ya, kucoba. Aku tahu tak pernah mudah memang untuk mencoba menikmati hal-hal yang tak kita sukai. Tapi aku tak punya pilihan. Teromabng-ambing dalam hal yang absurd memanglah sudah menjadi kewajaran ketika kau mulai hadir di dalam-ku. Mencoba menikmati hasil dari gejolak fluktuasi hormon dalam diriku yang tentu saja sangat berpengaruh terhadap mood-ku hari ini.

Hai Nak, Aku tak sedang mengeluh, kau harus tahu itu. Aku sedang bahagia atas kehadiranmu. Aku sedang berusaha berjuang untukmu, dan Aku tahu, begitupun dirimu di dalam sana. Aku tahu aku menyayangimu, kuharap kau tahu itu.

- my second pregnancy, 10w2d, sedang berniat muntah ketika ditemani pusing -

Senin, 18 Januari 2016

My First 10 Week!

Hai, saya hamil lagi. Bukan kabar baru sih, taunya sudah sekitar sebulan, dan di sebulan pertama sudah 3x konsul ke Obgyn, hehe. Kebanyakan? Iya, itupun di 3 dokter kandungan yang berbeda di Makassar. 


Yang pertama ke dokter Maisuri, soalnya, sebelum hamilpun (sebulan sebelum positif) saya sempat mengkonsultasikan IgG Rubella dan CMV saya yang positif. Saat itu saya masih belum haid juga, setelah suntik KB triwulan terakhir di bulan Februari, kala itu sudah bulan Oktober. Dari beliau tidak ada treatment khusus, hanya disarankan untuk menjaga kondisi kesehatan, menjaga makanan, plus dikasih vitamin pengendali tubuh (haalah bahasanya). 


Dua minggu kemudian menstrual period saya balik (akhirnya..), tapi selain masih faktor KB, mungkin karena masih menyusui juga, jadinya bulannya gak datang-datang. Eniwei, periodnya cuma datang sekali di 27 Oktober itu aja. Awal Desember mulai dagdigdug karena yang ada cuma tanda-tanda mau datang aja si bulannya, sudah sebulan bahkan sejak 2 minggu setelah period berakhir tanda-tandanya sudah akan datang, tapi si periodnya juga tak kunjung datang.


Coba test pack, Alhamdulillah positif. Balik lagi ke dokter Maisuri, usia janin sekitar 5 minggu. Oiya, menstrual period saya sebelum menikah emang sudah dari sononya suka dateng telat, alias siklusnya panjang. Makanya untuk menentukan usia janin doter tidak memutuskan menggunakan tanggal menstruasi terakhir, tapi diukur berdasarkan ukuran janin. Dari dr. Maisuri saya dibekali obat penguat kandungan dan vitamin.


Sejak lama sebenarnya banyak yang menyarankan saya untuk konsultasi tentang TORCH pada dr. Efendi Lukas, katanya beliau mendalami hal tsb. untuk masalah kandungan. Sebenarnya sama, dr. Maisuri pun demikian, tapi karena saya masih haus informasi dan mau mencari third opinion tentang hal ini, jadilah kusambangi juga dr. Efendi. Penjelasannya sama dengan dr. Maisuri, tidak ada treatment khusus selain menjaga kondisi tubuh selama hamil. Dr.Efendi bahkan menekankan, kalau penyebab microtia yang diderita oleh anak pertama saya belum tentu virus. Banyak hal yang bisa menjadi penyebabnya. Kala itu usia janin saya 7 minggu. 


Saya dibekali vitamin penstabil kondisi tubuh, DHA + asam folat, dan obat mual jika dibutuhkan. Karena beliau laki-laki, saya memang tidak niat untuk konsul secara kontinyu, yang penting penjelasannya seragam dan saya sudah yakin. Yasudahlah.. Lillahi ta’ala.. Apapun yang menjadi takdir Allah toh memanglah sudah ketentuan Allah. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan, termasuk dalam mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya.


Setelah dari dr. Efendi, saya kemudian galau ingin melanjutkan konsultasi ke mana. Mau balik ke dr. Maisuri, tapi karena RS tempat beliau praktek bukan RS rekanan asuransi kantor saya, saya harus reimburse. Tapi setelah menilik flow reimburse baik di kantor suami dan kantor saya yang rada lama banget (bisa lebih dari sebulan) itupun kantor suami masih ada 4 tagihan reimbursement medical kami yang belum cair. Setelah ditotal-total lumayan ngerusak cash flow bulanan juga kalo ngambil lagi trus yang 4 kemarin belum cair (-__-)”.


Jadilah saya putuskan untuk menggunakan asuransi kantor (untuk pertama kalinya) dan sayangnya, asuransi kami yang baru, start Januari 2016, RS yang menjadi rekanannya cuma 3 di Makassar. RS Awal Bros, RS Siloam, RS Pendidikan UNHAS. Kalo milih UNHAS jelas kejauhan, sudahlah pasti out of list. Siloam, dokter muslimnya sedikit sekali, itupun belum ada yang saya kenal. Karena persalinan anak pertama saya juga di RS Awal Bros, dan Alhamdulillahnya dr. Nathalia, dokter kandungan saya waktu anak pertama baru saja masuk lagi setelah cuti melahirkan, so I went back to Awal Bros Hospital. Dan kembali konsultasi ke beliau. Saya disarankan melanjutkan asam folat dari dr. Efendi dan dibekali obat peredam kontraksi yang diminum kalau-kalau Braxton Hicks nya kembali datang dan tak tertahankan.


Cerita tentang Braxton Hicks, baru saya alami di kehamilan ke-dua ini. Waktu hamil pertama dulu, hanya semacam kram biasa, seperti masa PMS. Tidak ada keluhan tegang-tegang begini, atau mungkin karena saat itu saya belum tahu bagaimana rasanya kontraksi? Ah entahlah. Untuk mual, yang sekarang tidak se-mual hamil pertama dulu, tapi pusingnya masih, lumayan sering. Kalau pusingnya datang dan saya tidak segera istirahat, penglihatan saya bisa berkunang-kunang, tubuh sampai wajah saya berasa kram, mungkin bisa sampai pingsan. 

Oke.. so far, curhatnya itu dulu. Doakan kami sehat selalu dan selamat sampai persalinan ya..  tunggu curhatan saya selanjutnya jika ada kesempatan. Dear you, my baby bump.. I love you, we love you. 


Selasa, 05 Januari 2016

The Power of Whisper

Semalam chatting sama seorang ibu menyusui yang bayinya baru berumur seminggu dan galau karena bayinya rewel saat menyusu.. jadinya nulis ini.
.
Saya adalah tipikal Ibu yang sangat percaya akan adanya bonding (kelekatan) antara Ibu dan Anak. Itu pula sebabnya dalam mendidik #ghazykhayran di 2 tahun pertamanya saya sangat mengandalkan ‘The Power of Whisper’ dalam setiap hal baru yang ingin saya tanamkan. Mulai dari mengajarkan membedakan siang-malam, belajar menyusu dengan benar, tidak menyukai sufor, membantu saya meningkatkan produksi ASI dengan cara rajin menyusu, menolak meminum asip jika saya ada, dan mencegah dia bingung puting. Alhamdulillah, dia mengerti. :)
.
Banyak yang bertanya, bagaimana caranya Ghazy tidak bingung puting padahal saya adalah seorang ibu bekerja? Pakai dot apa? Dot nya dot khusus ya? Jawabannya hanya ‘The Power of Whisper’ kalo saya. Saat cuti melahirkan dulu, saya sempat baca-baca artikel kalo sebelum masuk ngantor harus mengajarkan bayi menyusu dengan dot terlebih dahulu, agar bayi terbiasa. Tiga hari sebelum cuti usai, saya coba menerapkan hal itu, saya minta tolong pada Ibu saya untuk memberikan ASIP melalui dot. Tapi Ibu saya tak sanggup dengan tangisan Ghazy, sampai akhirnya menyerah dan bilang “sudah nanti saja pakai dotnya, kalo kamu masuk kantor sekalian..”. Dan ternyata memang benar, awal-awal dia agak rewel, tapi karena lapar, ASIP nya dia tenggak juga.
.
Tapi bukan itu awalnya, Ghazy sejak usia 9-30 hari harus terbantu sufor, karena saya baby blues dan akhirnya ia kuning, harus fototerapi selama 3 hari di RS. Saya ngeliat anak fototerapi, lemas, sampe BB nya mesti turun dari berat lahir yang 3,45 kg jadi sisa 2,95 kg makin shock dong, jadilah produksi ASI saya makin sedikit. Nah pada saat dibantu sufor ini lah saat saya mulai sering curhat pada Ghazy saat menyusui.
.
“Ghazy, Ghazy sementara ditambah minum susu formula dulu yaa.. sambil tunggu Ibu usaha biar ASI nya banyak.. Ghazy yang sabar ya.. sufor memang tidak enak, tapi daripada Ghazy kelaparan, tidak papa ya dibantu dulu..”
“Ghazy, sekarang sudah malam.. bobonya lampunya dimatikan yaa.. Biar bobonya enak.. nyenyak, dak bangun-bangun kecuali haus..”
“Ghazy, nanti kalo ibu ke kantor, Ghazy minum ASIP nya sama Dato’ ya.. pake botol dulu.. tapi kalo Ibu sudah pulang langsung nyusu sama Ibu..”

.
Well, semuanya memang tidak semudah itu, bayi pastinya akan rewel di awal-awal, tapi saya yakin, orang yang paling bertanggung jawab dalam membentuk kebiasaan anak adalah kita, para orang tua. Semuanya lancar?? Tentu tidak.. :) Tapi semuanya bisa, dengan ikhtiar serta istiqomah dalam penerapannya. Ghazy rewel selama seminggu pertama saat belajar membedakan siang-malam. Ghazy rewel di 3 hari pertama saat harus menyusu ASIP dengan dot saat saya masuk kantor. Tapi Alhamdulillah, adaptasinya tak butuh waktu lama. Ia terbiasa tidur dalam gelap, menolak meminum ASIP jika sudah tahu saya sudah di rumah, Ghazy tidak bingung puting dengan menggunakan dot biasa.
.
Tapi sekali lagi, semuanya butuh proses, usaha, dan tentu saja sabar. Di saat anak rewel jangan marah ataupun kesal. Selalu pahami bahwa bayi adalah manusia baru yang sedang beradaptasi dengan dunia yang baru ia masuki. Mereka butuh usaha yang keras untuk belajar menyusu dengan benar, dan butuh lingkungan yang tenang dan nyaman, mood Ibu yang tidak baik tentu saja bisa dirasakan oleh bayi dan mampu mempengaruhi proses tersebut. Jadi, menjadi Ibu memang butuh kesabaran yang luar biasa menurut saya. Seiring berjalannya waktu Ibu dan anak akan saling memahami insyaAllah. Selamat mendidik anak-anak.. :)

Kind regards,

Ibu Ghazy