Sabtu, 24 April 2010

*ON FIRE, i'm burnt!


3.26 am, 4/24/2010
in my lovely private room....

Huuffttt.... can't sleep yet...
Teringat suasana kantor atau menyebutnya 'mantan' kantor mungkin lebih tepat, kali terakhir aku tercatat sebagai COOPS Student mereka. Sore itu hampir semua pegawai shift pagi ataupun steady day sudah pulang ke rumah masing-masing. Sementara aku masih duduk di sana, di bangku kayu di belakang ruangan Pak Indra Coordinator Program COOPS, menatap kosong pada thermal, kepulan asap hitam yang selalu menghiasi langit Plant Site setiap harinya. 3 Februari 2010, hari dimana kontrak 6 bulan itu berakhir. Sedih mungkin iya, tapi berharap tuk kembali juga tak salah kan? Perjalanan ke kampung halaman selama 12 jam jadi tak terasa saking girangnya. Homesick! satu kata yang sangat pas untuk menggambarkan perasaanku saat itu. Teringat pertanyaan salah seorang teman "gak campus-sick yah de?" kubalas hanya dengan cengengesan di telepon... Bukannya tak campus-sick, tapi apa ada yang lebih merindukan selain rumah? Tapi bukan itu yang ingin kuceritakan...

Aku mahasiswi Teknik Sipil di salah satu Universitas negeri yang cukup 'terkenal' di negeri ini *aku tak ingin bicara kualitas, sebab kita punya parameter yang tidak selalu sama saya pikir* yang telah memasuki tahun ke-5. Huuft berat juga, mengingat program studi yang kuambil saat ini sebenarnya tak begitu 'kusenangi'... Tapi sudahlah, ini bagian dari konsekwensi...dan saya harus bertanggung jawab. Mengambil cuti di semester ke-10 dan mendapati 1/4 angkatanmu telah selesai saat kau kembali dari cuti adalah hal yang cukup mencekam kurasa.

Kondisi itu mulai membuatku berpikir harus memiliki cara untuk meraih mimpi-mimpiku dengan helal tentu saja. Aku punya banyak mimpi... dan aku percaya banyak jalan 'yang benar' menuju Roma. Kembali ke kampus - kuliah - Lab terakhir - 4 tugas besar - 7 mata kuliah - seminar KP - Tugas Akhir - demi satu frase.... Sarjana Teknik. Aku bukan mahasiswa yang cerdas, lebih senang nongkrong depan laptop sembari utak-atik foto dibanding membaca habis diktat-diktat ketekniksipilan. Lebih senang menulis hal-hal tak penting daripada menulis paper tugas Metode Pelaksanaan Konstruksi. Tapi aku juga percaya, aku tidak geblek-geblek amat... dan masih harus punya semangat berapi-api untuk menyelesaikan semuanya tepat pada targetnya.

Seminggu lalu kutunggui dosen favoritku di depan ruang kelasnya setelah mendapat sms dari seorang teman yang menginfokan kelasnya akan selesai. "Siang Pak..." sembari tersenyum kubungkukkan sedikit badanku, jadi mirip japanese saat bilang 'haikk'. Kuutarakan maksudku untuk mengambil Tugas Akhir dengan tema Metode Pelaksanaan Konstruksi. Judul Tugas Akhir yang telah kupikirkan beberapa minggu sebelumnya. "Saya rencananya ingin mengangkat studi perbandingan efisiensi penggunaan bekisting traditional dan peri Pak... tinjauannya dari segi biaya dan waktu. Saya sempat diskusi bahwa untuk batasan tertentu akan ada titik efisiensi untuk masing-masing type Pak..." si bapak dosen memperlambat langkahnya untuk mendengar 'curhatku' lebih jelas. "Tapi seminggu yang lalu ada teman kamu yang juga ingin mengangkat tentang hal itu... tinjauannyapun sama..." Sedikit kesal dan sesal memenuhi otakku siang itu, padahal mesti lari dari praktikum, eh... ternyata batal ambil data bekisting.

Lelah pula otak ini untuk memikirkan, "seharusnya saya punya Plan B! aaarrrrgh!". But i'm burnt.... and will still burnt... to sleep now.
See you later blogger...

Tidak ada komentar: