Jumat, 30 April 2010

Surat Panjang Untukmu

Telah 29 hari kulalui tanpamu. Ada yang hilang, jelas ada yang hilang. Bukan hanya tentangmu, tetapi juga tentangku dan tentang kita. Kata kita mungkin tak bermakna apa-apa lagi bagi aku dan kamu. Hari ini, entah mengapa aku menjadi begitu melankolis, hanya ingin mengenang tentangmu saja. Tolol ya?! Mengenang orang yang telah kuhancurleburkan hatinya, kutinggalkan, kemudian kusakiti lagi dengan statisku yang tak pernah berubah. There are so many things I wanna tell you. Meski kutahu bahwa kau dengan keakuanmu takkan pernah membaca Surat Panjang ini, aku hanya butuh media tuk berbagi atas fluktuasiku selama ini, setelah kata ‘kita’ tak lagi bermakna di antara aku dan kamu. Huffh… sulit, sangat sulit bagiku tuk melepasmu… tapi mungkin memang itu yang terbaik untuk aku juga kamu.


Masih ingat di suatu siang di akhir tahun 2005 di Perpustakaan kampus aku dan kamu berbagi cerita tentang banyak hal. Mulai dari Kamil, Mia, Aku, Kamu, teman, keluarga, sakit, obat, dan banyak hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya akan kau ceritakan padaku. Seorang teman baru yang sungguh sangat biasa-biasa saja. Sedikit membosankan, karena kau selalu sibuk dengan subjektifitasmu dan sangat resistant terhadap opini orang lain. Tapi, selalu kucoba tuk berempati terhadapmu, karena kutahu sulit untuk menghadapi hidupmu yang memang sangat tak biasa. Jadi, yang kulakukan hanya mencoba menjadi pendengar yang baik untukmu teman. Setelah itu tidak jarang kau menghubungiku dengan berbagai perintahmu. Tapi tak masalah, karena posisimu membolehkanmu untuk melakukannya. Bahkan tak jarang, kau meneleponku di tengah malam, dan butuh waktu semenit untuk menyadarkanku dari tidur agar pesanmu tak tersampaikan sia-sia karena ngobrol dengan orang yang masih bermimpi… Hehehe, kenangan itu cukup indah untuk kukenang fren.


Masih ingat di suatu malam kala rapat kerja tengah berlangsung di bulan Maret 2007, aku dan kamu sempat bersitegang, saking tegangnya kulemparkan kertas ke arahmu. Kala itu aku sangat emosi. Kau, masih dengan keakuanmu mengguruiku tentang ‘Manajemen Mood’ yang sungguh sangat tak logis bagiku si ‘Miss Moody’ ini. Kau bercerita bahwa kau mampu mengetahui siapa saja orang yang tengah membutuhkanmu dan kemudian berada di tengah-tengah mereka. Lalu kau berharap akupun seharusnya melakukan hal yang sama. Tapi kutolak mentah-mentah, karena menurutku, ketika orang membutuhkanku mereka seharusnya datang padaku, karena aku bukan orang yang senang mengiklankan diri. Dan aku tidak suka menerka-nerka apa yang orang lain rasa, karena aku orang yang sangat jujur tentang perasaanku. Itupula sebabnya, wajahku sangat ekspresif untuk menunjukkan perasaanku. Aku tak suka berkamuflase. Karena itu palsu, tapi itu subjektifku. Esok siangnya, takdir menuliskan agar kau harus duduk di sampingku selama 3 jam perjalanan Barru-Makassar. Agak dongkol, tapi sudahlah… kucoba menerima nasib berdampingan denganmu, si orang aneh yang kurasa tak pernah mampu merasakan apa yang kurasa. Tak pernah mampu berempati padaku, paling tidak pada malam sebelumnya. Tapi karena kau menawarkan untuk berbagi headset, dan musik jadi kuputuskan tuk memaafkanmu sajalah (tanpa kau meminta maaf tentu saja!). Hehehe… itung-itung penawar rasa bosan dan kantuk siang itu.


Masih ingat suatu sore seminggu sebelum kepergianmu keluar pulau ini? Kala itu aku mengantarmu pulang ke rumah. Seingatku itu kali ke-dua kau memboncengku. Kali pertama saat pesantren tingkat jurusan di bulan 4 pada tahun yang sama, kau memberiku cokelat yang katamu dari rumah bibimu (bdw… thanx yh… tahu aja aku chocoholic!). Ok, balik lagi bercerita tentang sore itu. Kau menceritakan tentang seorang wanita yang tengah menguasai ruang pikirmu kala itu. Dia yang namanya tak boleh kusebut. Lalu kutanyakan tentang perasaanmu kepada beberapa perempuan yang kala itu sering kau hubungi. Lalu kau menjelaskan, kau hanya menganggap mereka adikmu. Kuberi kau penjelasan agar kau tak melakukannya lagi, sebab jangan sampai mereka berpikir bahwa kau punya rasa yang lebih dari teman kepada mereka. Sebab seperti itu memang rumor yang berkembang kala itu fren. Aku bahkan bilang “kalau kau melakukannya padaku, itu takkan menjadi masalah, karena aku cukup tahu kalau kau memang seperti itu. Jadi aku takkan GeeR. Tapi kalo teman-teman yang lain belum tentu seperti itu. Karena rumor itu sudah cukup meluas”. Lalu kau mulai mengerti dan berusaha tuk menguranginya. Itu katamu saat itu.


Masih ingat di suatu sore di akhir 2007 kau sedikit memaksa untuk meminjam Laskar Pelangi? Jujur saja, waktu itu aku punya schedule lain…tapi kubatalkan karena aku sudah berjanji padamu sore itu. Maklum, aku kan pelupa… ;p. Sedikit sesal sebab kala itu aku dan kamu berpapasan dengan orang yang kusuka sejak 2 tahun itu. Di dalam pikirku ‘huh, mudah-mudahan kakak itu tidak berpikir kalo kamu itu pacarku, Amin…’ Hehehe, kamu tidak tahu kan?! Eh, pas pulang ketemu sama junior pula! Hufffh… bukannya apa-apa, takutnya si junior juga mikir macam-macam fren. Lalu kamu bilang ‘dia tidak akan berani membuat rumor, Aku jamin!’. Beberapa hari setelahnya kau memberiku dompet abu-abu yang dengan sedikit memaksa ingin kau belikan saat kau masih di luar kota saat itu. Senang tentu saja. Bukankah abu-abu telah menjadi warna identitasku yang tak konsisten?! Hehehe… tapi aku konsisten dengan ketidakkonsistenanku fren. Huuuufh…. Masih sedih kini, menyadari kau tlah tiada untukku. AKu merindukanmu fren… T_T


Well, masih mau cerita neh… Masih ingat waktu aku keluar kota dengan teman-teman yang lain? Kali itu kau tak ikut karena sibuk mengurusi kegiatan di sini. Katamu kami yang pergi ini tak mau mengerti. Tapi kita masih sms-an kan? Berbagi kabar di sekitar kita. Masih ingat ketika aku marah karena jumbo air di awal tahun 2008? Sampai kini, kalo aku mengingat saat itu, aku merasa itu lucu… Maaf yah… waktu itu emosiku banyak terkontaminasi oleh PMS (Pre Menstruation Syndrome). Jadinya emosian deh… Tapi sejak saat itu aku mulai merasa seberapa besar arti seorang kamu bagi seorang aku. Huh… sudah, aku tak mau meneruskannya. Biar saja kisah-kisah setelahnya kita simpan sebagai kenangan yang kan kita buka di hati-hati kita masing-masing ketika kita butuh. Bukankah kau tak ingin terkontaminasi oleh rasa itu lagi?


There are so many things I wanna tell you…
1. Aku masih selalu di sini untukmu teman… untukku, untukmu, dan juga untuk mereka.
2. Aku masih berharap setiap handphone-ku berbunyi, namamu yang tertera pada id caller atau pada sender.
3. Aku masih merindu seorang teman yang begitu perhatiannya padaku selama 2,5 tahun ini.
4. Aku masih merindu keluh kesahmu.
5. Aku masih tak sanggup melihatmu STRESS, apalagi jika aku salah satu penyebabnya.
6. Aku masih ingin mengajakmu bersabar, meski kau tak lagi mengharap itu dariku.
7. Aku sangat ingin mengajakmu tuk membicarakan hubungan pertemanan ini, tapi aku terlalu takut tuk sakit hati. Karena kata-katamu yang kasar, keras kepalamu, egoismu, juga semua tentangmu yang takkan pernah kutaklukkan lagi. Jadi, aku memilih untuk diam.


Adapun penghindaran yang kulakukan semata-mata bukan karena aku membencimu. Aku hanya terlalu bingung melihat perubahan sikapmu yang signifikan. It looks like I found someone new. Tapi tak mengapa jika itu memang dirimu teman. Rasaku untukmu mampu kumatikan dengan paksa, selama itu mampu membuatmu nyaman. Aku tak menjadi siapa-siapa untukmu itu tak mengapa, satu hal yang kupinta, tolong jangan berkamuflase lagi. Sebab, takkan mungkin ada orang yang mampu memahamimu jika kau terlalu introvert. Keberadaanku di sekitarmu kuminimalisir, karena aku merasa ketika aku berada di sekitarmu itu sangat membuatmu merasa tidak nyaman. Maaf atas ketidaknyamanan itu. Jadi orang yang sabar yah… jangan terlalu memanjakan emosi, jangan banyak merokok (kan kamu sendiri yang bilang, habis merokok pasti kamu sakit lagi!), jangan banyak begadang, kalo tidak terlalu penting kuliah yah, jangan suka membaca di tengah malam, rajin pulang ke rumah (ibumu mengangenimu…), kamu bukan orang paling tak beruntung di muka bumi ini, jadi banyak-banyaklah bersyukur. Suatu saat nanti saya berharap hatimu tak sekeras ini. Makasih tuk semua fren. Miss You
v(^_^)




00:09 September 19th 2008

Tidak ada komentar: