Senin, 09 Agustus 2010

Nightmare in The Evening

Langit lagi-lagi tak bersahabat sore ini… Belakangan ini cuaca di Sorowako cerah ceria di pagi hari, terik terang di siang hari, mendadak gerimis bergemuruh di sore hari dan hujan lebat pada malam hari. Sungguh  sangat mendukung aktivitas kami yang bekerja pagi-sore… tapi sangat tak mendukung untuk kami-kami yang harus keluar ATCO untuk cari makan di malam hari. Maklumlah, kami-kami yang tinggal di D-SINGLE (ATCO (container) dan DORMITORY) tak boleh memasak di dalam kamar. Jadi, mulai dari sarapan, makan siang sampai makan malam kami harus keluar kamar. Atau kalau tidak, memesan makanan delivery service oleh tukang ojek langganan. Belakangan ini juga sering listrk tiba-tiba padam, entah kenapa di saat yang tidak tepat pula, malam hari. Saat sendirian di ATCO, baterai handphone sedang low, dan laptop-pun demikian.

“De’… saya mau ke Salonsa dulu nah… itu ada laptopnya Kak Mylar, bentar  ada Azis datang mo ambil.. ok..ok..?” kata si Upie’ teman se-ATCO-ku.
“Ok bu…” jawabku masih di bawah selimut.. ‘kan masih sore… jadi masih sempat untuk tidur-tidur dulu.. maklumlah.. it’s Friday! Our lovely day… Ntar malam bisa santai-santai nonton film sama anak-anak cowok di Old Camp ato at least di kamar sendiri juga jadi.  Mandinya jam 6 lah, sebelum maghrib.
“Eh.. Upie’ nginapkah?” teriakku dari kamar.
“Iya say… om dan tanteku lagi nda ada, saya disuruh jadi babysitter-nya Ollie…” balas si Upie dengan teriak.
“Okkeh…” sembari menyusun schedule weekend-ku minggu ini. Samar-samar kudengar pintu kamar Upie dibanting dan bunyi pintunya dikunci. Upie sudah pergi. Berhubung magrib masih sejam… So, it’s time to sleep…  and welcome to the nightmare.

Hujan semakin deras, terbangun karena suara hantaman pada pintu kamarmu yang berbahan aluminium tentulah sangat tidak mengenakkan.  Mungkin sebaiknya mandi, sebelum hal yang tidak mengenakkan lain muncul.. dan pula sudah jam 6 sore begini.
Kubuka pintu lemari untuk mengambil pakaian ganti setelah mandi. Jalan sempoyongan menuju kamar mandi dengan otak yang mungkin sedikit sempoyongan juga. Samar-samar dari dalam kamar mandi terdengar hantaman keras dari pintu kamarku, sepertinya bukan hantaman air. ‘Ahh… perasaanmu ji itu dede’…’ mencoba menenangkan diri. “tessss…” 

“Howaaaa….. knapa lampu mati lagi ini?! Mdedeh… belum peki’ lagi mandi kasi’naa…” keluhku dari dalam kamar mandi. ‘Ups.. dak pake teriak-teriakji dede…sendiri jko lagi!’ kataku pada diri sendiri. Kuputuskan kembali ke kamarku, yaiyalah ngapain lama-lama dalam kamar mandi kalo listriknya padam. Kalo masalah gelapnya sih dak masalah, aku sudah sedia lilin kok. Yang masalah adalah jika listrik padam, kami mandi pakai apa? Air jelas tak mengalir juga, dan jangan harap ada air di bak mandi kami… Karena kami, tak punya bak mandi.

“pak..pak…pak….”
Hantaman lebih keras menghujam pintu kamarku… sepertinya ada orang di luar. “SIAPAAAA….?” Tanyaku setengah berteriak. ‘dag…dig…dag…dig… irama jantungku hanya dua jenis…’ Tidak ada jawaban.

“pak..pak…pak….!!!”
“Tungguu….!” kuraih jilbabku dengan sembarangan, ‘aaarghhh… dimana? Ahh pake’ ini saja’ mukena sholat kupasang. Tapi suara hantamannya hilang. Kubuka bingkai jendela di pintu, karena masih ragu untuk membuka pintu. Tidak ada siapa-siapa, hantaman hujan menyambut, koridor jadi terlihat terang karena lampu kamarku tak menyala.
‘dag…dig…dug…dag…dig…dug… kali ini irama jantungku menjadi tiga irama…karena jantungku berdetak 50% persen lebih cepat dari sebelumnya. ‘Ohh.. GOD, maghrib – jumat – listrik padam – sendiri – ketukan tak bertuan – lengkap sudah! Apa mungkin hantaman tadi hanya teguran karena tidur saat maghrib? Ya ALLAH bangun mka’… janganmi ditegur lagi… takkan kuulangi RABB… I Promise…’

“pak..pak…pak….pak!!!”
Kali ini lebih hebat, tapi bukan dari pintu kamarku. “pak..pak…pak….pak!!!” Pintu kamar upi bagian luar. 
“SIIAAAPPAAAA?” setengah lari dengan 5% persen ketakutan, 15% penasaran dan 80% refleks kubuka pintu kamar upi bagian dalam. Belum juga sampai di depan pintu keluar, suara itu hilang lagi. Tiba-tiba aku teringat kisah teman COOPS periode sebelumnya. Dia tidur sendirian di ATCO-nya dan jam 12 malam, ada yang mengetuk pintu kamarnya. Setelah dibuka, tak ada orang. Dan tak ada tanda-tanda jejak seseorang baru saja beranjak dari depan kamarnya. ‘Tapi kamarnya si Dewi ‘kan memang dekat kuburan tua… Kalo kamarku, dia kan harus berjalan menembus hujan deras sejauh ratusan meter… Menurutmu dia jalan? Dia kan bisa ngilang-ngilang kemana saja…. ’ pemikiranku dan perasaanku bertengkar dalam kepalaku.

“pak..pak…pak….pak!!!”
Jauh lebih keras dari sebelumnya… tapi kali ini tak kutanya siapa. Kupilih diam. Kupandangi cahaya lilin di meja belajar. ‘Ya RABB…’
“tess….. “ listrik kembali menyala. “ALHAMDULILLAH………..!” teriakku.
“pak..pak…pak….pak!!! deeeedeeeeeee’!!! ”
‘Hah?! Dia tahu namaku?! Bukaaaannn… itu artinya yang mukul pintu itu manusia…..!’ bathinku kembali bertentangan dengan otakku.

Kubuka pintu dengan sedikit terburu kali ini dengan 50% penasaran, 45% kesal, dan 5% refleks. Berdiri di hadapanku lelaki 24 tahun *1tampang 28 dengan rambut cepak keriting yang basah karena kehujanan dan menggigil kedinginan.
“KAK AZIIIIIIIIIIIIIIIZZZZZZZZZ ?! howaaaa… kita’ di’… parnoku dari tadi di sini… mana mati lampu, ketok-ketok pintu pindah-pindah… pas dibuka ndada orang…. Maghrib-maghrib, hujan lagi…”
“Sorry dek… soalnya tadi kupikir dak ada orang, pas telpon si Upik katanya ada kamu di kamar… Jadi balik lagi, tadinya pikirku si Upik yang ada, jadi ketok di kamar si Upik juga… Eh, mau ngambil laptopnya Kak Mylar…”

“Tunggu meki’ saya ambilkan dulu di kamarnya Upik…” dan kali ini dengan 100% lega kulangkahkan kakiku  untuk mengambil barang titipan yang sempat kulupa sebelumnya, mungkin ketinggalan dalam mimpi... hehhehe.

*1 Kak Aziz…. Becanda… Hhee… ^^v *cengengesan*


6 komentar:

zulhamhafid mengatakan...

hahaha... uka-uka... :-D

gammara mengatakan...

kurang mencekam de' seharusnya lebih detil de'. yah tambahi gelas pecah kek, gambarna bagus, cuma itujie, waktu saya baca sensasi seramnya kurang.

d. mengatakan...

ok..ok.. tenkyu joey.... :)
bdw, joey ini toh?

IA mengatakan...

wah wah....
kalo dicerita dede' kok jadi seram gitu ya???
padahal biasa aja tuh

cuma momentnya aja yang tepat....
hehehehe

d. mengatakan...

IA aka Islahul Aziz.... hehhhehhehe...
Enak saja, situ ini yg bikin sy parno waktu itu... Untung Laptopx Kak Mylar dak rusak, coba klo rusak krn kehujanan... bisa dipotongki' sm Kak Mylar sepulang cuti.. :p

gammara mengatakan...

yoi de