Kamis, 12 Agustus 2010

Special Month for Special People



Rindu Ramadhan. Status facebook yang kutulis berbulan-bulan lalu kala masih hidup di perantauan *ceilehh.. bahasanya!*  karena Ramadhan itu benar-benar special dan hanya bisa dirasakan oleh kita yang juga special. Kita special kalau kita beriman… Amin.

Saya jadi teringat potongan ceramah tadi dari Pak Ustadz di masjid saat tarwih. “Jangan sampai, kita berpuasa di bulan ini hanya menahan lapar dan haus saja, dan tidak mendapatkan apa-apa”. Kita berpuasa seharusnya belajar untuk menahan nafsu yang lain selain makan, nafsu bermaksiat, nafsu berghiba, nafsu untuk melakukan hal-hal yang tak berguna, nafsu menghambur-hamburkan rezeki untuk hal yang tak perlu juga.

Jadi ingat kejadian siang tadi, sempat terenyuh dan sangat inginnya membeli BOOMBOX di pusat perbelanjaan saat menemani ibu. Tapi, karena ibuku belum membolehkan jadilah kutahan saja hasrat ingin beli BOOMBOX-ku itu. Tapi benar kata Pak Ustadz, kalo memang belum perlu kenapa mesti beli? Manusia yang beriman itu mampu menahan nafsu… Ya Allah jadikanlah kami manusia beriman yah Rabb.. Amin.


Balik lagi untuk membicarakan sepesialnya Ramadhan. Hanya di Ramadhan :
  1. Kita bangun dini hari untuk sahur dengan niat untuk berpuasa keesokan harinya. Sudah itu, sahur pun dapat pahala pula, kan hukumnya sunnah. 
  2. Kita berbondong-bondong ke masjid di shubuh hari, mulai dari anak kecil sampai nenek-nenek renta untuk berburu berkah-Nya, setelah sholat shubuh ada penceramahnya pula. Sudah dapat pahala berkali lipat karena sholat berjamaah, langkah ke masjid pun dihitung pula pahalanya. 
  3. Setiap aktivitas sunnah pahalanya disamakan dengan yang wajib di bulan biasa. Itulah sebabnya, banyak dari kita yang meningkatkan sholat sunnah di bulan suci ini. Mulai dari sunnah rawatib, Tahiyatul Masjid, Sholat Dhuha, dll. 
  4. Memberi makan orang yang sedang berpuasa, memberikan BONUS pahala bagi si pemberi sebesar pahala yang diperoleh orang  yang diberi, tanpa mengurangi pahala orang yang diberi. Maka, bagi kita yang berkecukupan… saatnya berbagi.
  5. Cuma di BULAN INI… kita wajib berpuasa selama SEBULAN! Dengan berpuasa kita jadi belajar menahan nafsu, bersabar, berempati terhadap apa yang dirasakan orang ‘susah’ kala mereka kelaparan karena tak punya uang untuk makan. Allah benar-benar baik ya? Membuat kita belajar untuk mengevaluasi diri setiap tahunnya. Coba kalo Ramadhan tidak ada, apa iya kita bisa belajar sabar, menahan nafsu, dan berempati pada saat yang bersamaan plus pahala berlipat ganda? Dalam waktu sebulan pula. Supaya kita bisa belajar untuk membiasakan diri dengan cara hidup demikian.
  6. Cuma di Ramadhan, sebelum isya datang kita ramai-ramai ke masjid untuk berjamaah sekaligus tarwih dan sholat witir. Saling mengingatkan tentang makna hidup makhluk-Nya melalui ceramah rohani. Sometimes mungkin membosankan, tapi coba deh tidak melihat metodenya, tapi melihat isi yang disampaikan di dalamnya.
  7. Dan yang terakhir, “Pada bulan Ramdhan, umatku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang Nabi pun sebelumnya. Pertama, bila dating awal malam Ramadhan, Allah Azza wa Jalla melihat mereka. Dan barang siapa dilihat oleh Allah, dia tidak akan mendapatkan adzab selamanya. Kedua, bau mulut mereka di waktu sore (saat berpuasa) lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kesturi. Ketiga, para malaikat memohonkan ampun untuk mereka siang dan malam. Keempat, Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan kepada surge. Dia berfirman kepada surge-Nya itu, ‘Bersiap-siaplah dan berhiaslah untuk hamba-hambaKu. Sudah dekat waktunya mereka (hamba-hambaKu) itu beristirahat dari kesusahan dunia menuju rumah dan rahmatKu’. Kelima, bila tiba akhir malam (Ramadhan), Allah mengampuni dosa mereka semua. Seorang sahabat bertanya, ‘Apakah itu yang disebut Lailatul Qodar (Malam Keagungan)?’ Jawab beliau : ‘Lain!’ Tidakkah kamu melihat para pegawai (buruh). Bukankah jika mereka rampung pekerjaannya mereka disempurnakan gajinya(mendapatkan bonus, pesangon)?” (HR Al Baihaqi)

Dan masih banyak hal special yang hanya kita dapatkan di bulan nan suci ini, Have a great Ramadhan all… Manfaatkan bulan yang lebih baik dari seribu bulan ini, semoga kita menjadi hamba-Nya yang Taqwa.
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS Al-Baqarah : 183)
Dan yang terakhir.. semoga setelahnya kita mampu ‘me-ramadhan-kan’ hari-hari kita selanjutnya,  sampai di pertemukan kembali dengannya. Amin.

4 komentar:

zuLHam mengatakan...

hepi ramadhan!

HeRRy mengatakan...

Ramdhan bagaikan detik-detik menjelang kelahiran.. Ibaratnya kandungan seorang ibu.. Maka dibulan syawal nanti kita semua akan lahir seperti saat pertama kali kita lahir dari rahim ibu kita yang bersih dari dosa..

Ramadhan juga merupakan pesantren dunia, dimana didalamnya kita digodok untuk menjadi insan yang lebih baik.

Jadi, semoga ramadhan ini selalu membawa berkah untuk kita semua.. Amin..

d. mengatakan...

aminnn... =,)

Go Hyuuga mengatakan...

I love Ramadhan.... :)