Rabu, 29 September 2010

TERASING


- setelah membongkar file lama di blog sebelumnya, tulisan ini lucu juga.. apalagi komen2 di blog sebelumnya.. sy suka.  :D
*
Pernah berpikir merasa terasing di tempatmu berkutat setiap hari? Jika belum, cobalah tuk berpikir sepert itu. Karena mungkin kau akan merasakaanya suatu hari nanti. Hari ini kudapati raga ini terbangun di tempat di mana aku merasa terasing. Sangat terasing. Jam delapan pagi di setiap hari kuliah, tempat ini biasanya kusinggahi sebelum menjamah ruang kuliah. Entah hanya untuk menyapa teman-teman atau hanya sekedar mengambil buku yang kutitip, atau printing tugas, atau sekedar say hi dengan penghuninya. Tempat ini selalu menjadi zona nyaman tuk seorang Nadira. Namaku Nadira.
Tapi kenapa hari ini aku merasa terasing? Ruangan ini jadi begitu berantakan. Karpet merah yang kini sudah cukup usang terlihat semakin usang karena kertas yang berserakan berantakan di atasnya. Tumpukan sepatu yang juga berserakan di depan pintu di bawah meja gambar semakin menambah aksesoris tak nyaman di ruangan ini. Tak kudapati seorangpun di ruangan ini, hanya suara televisi yang menampilkan film lama Dono dkk yang sejak tadi ternyata menontonku tertidur. Tapi samar-samar kudengar ada alunan suara Ipang yang entah apa judulnya yang juga menjadi soundtrack film sejuta umat saat ini, Laskar Pelangi. Aku pengidap hipotensi, jadi saat baru terjaga dari tidur, aku butuh beberapa saat untuk menyadarkan diri agar tak sempoyongan saat bangun. Jadi, belum sempat kulirik siapa operator di ruang belakang. Kubangunkan diriku dari posisi tidur. Ternyata dia. Dia yang namanya malas kusebut. Hubungan ini, tak pernah kuduga kan menjadi seperti ini. Sangat kaku, sangat dingin, sangat dia. Entah kemana manusia yang lain pergi, yang aku tahu, di sini, di ruangan ini, di tempat aku merasa terasing, yang ada hanya aku dan dia. Sosok kharismatik?! Tak pernah terlintas kata itu di kepalaku tentangnya, padahal pendapat itu mendominasi ketika kami mengadakan jajak pendapat tentangnya. Muak dengan kekanak-kanakannya, jiwa-jiwanya yang jamak, introvert-nya yang membingungkan yang selalu ingin dimengerti. Sampai akhirnya aku menyerah. Kukatakan itu padanya, ternyata setelah itu ia berubah. Menjadi seperti ini, tanpa sapa, tanpa senyum, tanpa kata.
‘Hey… kenapa harus peduli? Dia bukan siapa-siapa!’ kata si A. ‘Tapi dia dulu ‘kan teman baikmu…’ kata si B. ‘Tapi lihat saja gayanya yang angkuh, seolah dialah segalanya’ lanjut C. ‘Huh… keakuannya kembali seperti dulu, bahkan makin menjadi’ sahut si D. Hwah…. Suara-suara yang entah datang dari mana bersahut-sahutan di ruang pikirku. ‘Ini semua bagian dari konsekwensi, itu yang harus kau pahami!’ kata E. ‘Menyesalkah kau Nadira? Karena meninggalkannya?’ tanya F. “Tolong berhenti… “ jeritku dalam hati. Sementara dia masih sibuk mengetik entah apa… “Aku tak pernah meninggalkannya, aku masih ingin mendengar ceritanya, keluh kesahnya, tapi dia yang tak ingin berbagi cerita padaku” belaku pada hati-hati kecilku. Tapi mereka tak peduli, meski tak sedikit dari teriakan-teriakan itu yang membelaku. Dia beranjak dari tempat duduknya setelah menerima telepon entah dari siapa. Sepertinya dari seseorang yang cukup berarti dalam hidupnya kini, karena kedengarannya begitu intim. Lalu ia keluar dari ruangan ini tanpa kata. Dan kini, aku benar-benar sendiri di tempatku berkutat setiap hari, merasa terasing. Tanpa sadar tersimpul senyum di wajahku. Setelah kucoba cari tahu mengapa… kudapati jawabnya. Karena kini, sahabat lamaku yang dulu hanya membagi ceritanya kepadaku, kini telah mendapatkan tempat berbagi cerita. Mungkin kau mengira hatiku tengah sakit saat ini, tapi sungguh… di tempat terasing ini, aku menemukan aku yang ternyata menyayanginya sebagai temannya… tak lebih. Sungguh, tak lebih.
-sebelumnya pernah dipostkan pada blog sebelumnya http://dblackgurl.blog.friendster.com/2008/10/terasing/ 

3 komentar:

Go Hyuuga mengatakan...

hai, nadira...aku tidak perlu memperkenalkan diriku, karena akupun tidak tahu apakah aku benar-benar mengenalmu...

Karpet merah, kertas berserakan, tumpukan sepatu yg tidak beraturan, aksesoris dinding yg tiak menarik, televisi yg menyiarkan siaran seperti itu...rasanya tempat itu begitu familiar bagiku. Rasanya seperti kembali ke tempat di mana aku menghabiskan waktuku bersama teman2 dan mengisi waktu d luar jam kuliahku....

Lagu theme song laskar pelangi yang sangat di minati pada masa itu pun...rasanya cocok dengan masa dimana aku sering berada di tempat itu ....

Dan sosok kharismatik itu, aku benar-benar tidak mengenal siapa dia, walaupun sebenarnya aku merasa aku benar-benar memiliki hubungan keluarga dengannya.

Entahlah...entahlah...

Hai Nadira...ada sesuatu yang ingin kubagikan. Walaupun mungkin nantinya kau akan menganggapku terlalu tua untuk mengajarkan sedikit petuah...ah...bukan petuah...ini hanya hal kecil yang selalu kuyakini.

Hai Nadira...aku memiliki banyak teman, namun terkadang aku merasa mereka pun hanyalah individu-individu yang nantinya akan kembali pada kepentingan dirinya masing2. Mereka bisa saja menjudge diri mereka sebagai teman baik, teman berbagi, setia, penuh loyalitas....tapi saat mereka dihadapkan dengan urusan pribadi masing2...masihkah mereka mengingatku ?

Tapi ada satu teman yang selalu bersamaku. Dia tidak pernah berpaling. Dia tidak pernah meninggalkanku. Selalu setia bersamaku. Selalu melihat dan mendengarkanku. Selalu memberikanku yang terbaik...hanya untukku. Terkadang aku khilaf dan sedikit mengkhianatinya. Dia ungkin marah, tapi terus saja mendampingiku. Entahlah Nadira, aku begitu mencintainya...dan akupun begitu merindukan suatu saat dapat bertemu dengannya, karena selama ini yang kurasakan hanyalah kahadirannya...bukan wujudnya....

Nobody will get us but God, Nadira...God is a real friend if you ever thought about it.

Hai Nadira...jika kau masih merasa terasing, aku sudah mengulurkan tangan untukmu...walaupun aku tidak bisa yakin bahwa aku bisa menyaingi Sang Maha Sahabat yang selalu menyertai kita...^^^

deeinsmile mengatakan...

_kelihatannya selalu seperti itu kak, seseorang baru bisa sadar sesuatu itu terasa penting kalau sesuatu itu sudah jauh dari orang itu *sotta-ku ji ini kak..hhe

saya juga sempat merasa seperti itu...bahkan sekarang juga merasa seperti itu *curcol critax ini kak...^^* entah saya belum pernah dapat seorang sahabat yang tepat atau saya yang tidak mengerti seperti apa sahabat itu sebenarnya...

waktu saya baca tulisan ta' tentang sosok introvert, saya sempat berpikir, terkadang seorang extrovert memiliki lebih banyak rahasia dibandingkan seorang introvert, sedangkan seorang introvert itu hanya tidak tau bagaiman mengungkapkan apa yang dia rasakan *sotta skali ma kayaknya kak..hhe*

^^ : ilustrasi yang kita gambarkan di atas kayaknya saya tau di mana lokasinya itu...*hhe

d. mengatakan...

uga.. yeahh sometimes i dunno my self.. hahhha..

dw'.. hehhehe.. curhatan lamajini dek, kondisi selalu berubah dan seperti kata Andrea Hirata, Tiem Heals The Wound.. :) Karpet merah dengan kertas berserakan? taulahh... ;)