Jumat, 29 Oktober 2010

Merah - Putih - Hitam - Muda - Karya

Tidak bisa tidur, entah kenapa. Padahal ragaku sepertinya sudah sangat lelah untuk terus bertarung dengan waktu, tetapi mata memang terkadang sulit diajak kompromi, apalagi otak… dia selalu ingin bekerja seenak perutnya, meski perutnya entah dimana. Sepertinya mulai ngelantur…

28 Oktober 2010, Hari Sumpah Pemuda. Seakan acara TV hari ini serempak menggemakan ‘yang muda yang berkarya’. Setelah kupikir-pikir ... sepertinya aku tak punya karya yang bisa dibanggakan sampai hari ini. Bicara masalah karya, aku jadi teringat karya tulis yang harus kuselesaikan secepatnya… Ohh.. GOD, sepertinya itu yang belum mampu ditaklukkan otakku hingga ia tak kunjung berhenti berputar hingga selarut ini. Di sini, di dalam kamarku yang kecil ini, ditemani my lovely GRIPEZ aku masih sibuk memikirkan Tugas Akhir-ku yang belum fix-fix juga. Di luar sana puluhan kilometer dari kamarku, sekelompok mahasiswa mungkin tengah memikirkan rencana keberangkatan Bina Akrab besok hingga mesti rapat hingga saat ini. Di kamar yang lain ada yang tengah sibuk menggambar petak Irigasi untuk asistensi keesokan hari. Di sudut kota yang lain, seseorang tengah sibuk chatting dengan kolega yang hanya berjarak 20 meter darinya di kafe yang sama. Dan di sana, ada yang tengah membaca tulisanku entah dengan alasan apa.

Adakah kita memikirkan saudara-saudara kita yang berada di Kepulauan Mentawai? Korban Tsunami yang mungkin hari ini hanya memakan menu yang sama dan sama sekali tak bergizi, Mi Instant. Adakah kita memikirkan saudara-saudara kita yang bermukim di lereng Merapi? Bagaimana kabar mereka di tempat pengungsian hari ini?

Langit merah-putih tengah berkabung lagi. Bencana yang tak tanggung-tanggung tiba-tiba mengguncang tanah ibu pertiwi. Banjir di ibukota, sapuan halus tsunami di Sumatera, serta erupsi di Merapi setidak-tidaknya mampu membuat kita sadar, manusia memang makhluk-Nya yang sungguh tak berdaya. Entah teguran ataukah cobaan, yang pasti ini semua takkan terjadi tanpa izin-Nya, SangMahaMengetahui. Sedikit tenang melihat banyaknya tweet dan status facebook yang mengumandangkan #prayforindonesia. Itu menandakan tidak sedikit dari kita yang mengetahui serta berempati terhadap musibah tersebut. Akan tetapi, kita semua berharap… bentuk kepedulian kita tak sampai di situ teman… Bukankah ikhtiar itu terdiri dari do’a dan usaha? Maka lakukan apapun yang kita mampu dan apapun yang kita sanggup. Sekecil apapun itu untuk mereka, dalam bentuk apapun itu atas nama kemanusiaan. Sedikit dari kita bisa berarti besar untuk mereka. Saya senang dengan penutup sms dari seorang teman tadi malam… ACTION IS THE MOTHER OF HOPE. Mari berbuat… kita… yang muda… yang berkarya… untuk nusa bangsa.

And show the world…. That WE DO LOVE INDONESIA!