Jumat, 19 November 2010

Self Oriented!

Bangun pagi dimulai dengan senyuman, aku percaya hari ini takdirku adalah yang terbaik untukku. Paling tidak aku telah berusaha. Orang-orang terdekatku tengah sibuk menyemangatiku dan percaya bahwa aku mampu. Tapi doaku semalam kurasa cukup untuk menenangkanku sebelum tidur paling tidak membuatku tertidur pulas semalam. “Rabb.. Aku dengan segala kemampuanku telah kulakukan hingga hari ini. Apapun yang terjadi esok, aku percaya itu semua terjadi karena kehendak-Mu dan itu memang yang terbaik untukku. Aku tak peduli sorak-sorai-basa-basi yang hanya ingin melihatku semangat itu. Rabb.. Engkau yang paling tahu aku, dengan seluruh mampuku dan segala optimistis yang tak pernah mampu ku refleksikan. Aku pasrah..”

Seketika aku teringat bergunung-gunung dosa yang telah kuperbuat, menangis mungkin tak guna menghapus.. tapi mampu menenangkan dan melegakan rasa bersalahku pada mereka. Pada orang-orang yang telah mempercayaiku, pada orang-orang yang menyayangiku, dan tentu saja pada-Mu yang selalu ada untukku. Teringat liang kubur yang tiba-tiba muncul dalam ruang pikirku, ‘ apa yang ‘kan kurasa ketika para pelayat itu kemudian pergi meninggalkan kuburku kelak? Adakah yang ‘kan ingin berdoa untukku?’ Lalu kusadari, aku takut mati. Aku belum siap dalam kesendirian itu. Adakah aku hamba yang baik yang telah mampu menjadi sahabat-Mu? Adakah aku tak melukai hamba-hamba-Mu yang lain? Jikalau benar, ampunkan aku Rabb.. Biarkan sakit ini, gusar ini, menjadi teguran untukku atas semua salah serta khilafku selama ini. Aku pasrahkan semuanya pada-Mu..

2 komentar:

Go Hyuuga mengatakan...

Love this post !!! I wont give u any speech, i think it's enough for what u had listened from Ika...Hope u could find your way sista ^^ I pray for you as well

Pesanku, dew...(lagi2 sy tidak bermaksud menggurui) menurutku..."Adakah aku hamba yang baik yang telah mampu menjadi sahabat-Mu?"....sy bukannya mau bilang kalau kita tidak bisa menjadi sahabatNya (bukan kapasitasku mengatakan itu, wallahu 'alam), tapi Dialah yg menjadi sahabat kita. Kita tidak akan pernah bisa memberikan apa yg Dia berikan. Kita tidak akan mampu sebaik Dia kepada kita. Kita tidak akan pernah menjadi sandaran ketika Dia sedih, karena Dia tidak punya alasan untuk sedih...siapa kita ??? sampai Dia mau bergantung kpada kita layaknya sepasang sahabat yang ingin selalu saling berbagi....
Dia Maha Pengasih, Dia Maha Pemberi....
Sy rasa kita sama2 tahu arti sahabat...

Jangan berkecil hati dew...cobaan itu blm tentu krn Dia marah, bisa saja karena Dia sayang...
Dew...sy brani bilang begini. Karena sy merasa skarang sy mulai menuai hasil dari BERUSAHA ikhlas dan BERUSAHA bersabar....ingat dew, BERUSAHA...itu ji kuncinya....
Alhamdulillah, selain kelulusan Allah menyisipkan sedikit hadiah kecil sedetik setelah itu. Entah itu bisa terlaksana atau tidak...bisa terwujud atau tida...tapi hadiah kecil itu setidaknya bisa membuat kedua oarang tuaku bangga n senang. ^^

Keep faith, dew...Love u sista !

Go Hyuuga mengatakan...

http://debachritz.blogspot.com/2010/11/mendungseharusnya-sy-sudah-sarjana.html?showComment=1289946087783#comment-c5361935734146347911 <=== sy jg hampir terpeleset dari batas kewarasan dew...terpukul berkali2 bahkan...belum lagi masalah2 lainnya.
Lihat komennya tanteku ^^ hal terbaik dan terindah itu benar2 ada dew...

Saranku, mulai penuhi hatimu dengan harapan...all iz well...hehehe...Insya Allah akan ada akhir yg baik...penuhi fikiranmu dgn rasa syukur bahwa Allah bersahabat denganMu...berprasangka baik lah...positive thingking...lapangkan hati dengan BERUSAHA ikhlas n tawakkal. Insya Allah beban itu akan terasa lebih ringan ^^
Jangan selalu menuntut kpd Tuhan untuk selalu d mudahkan jalanmu, dew...tapi mintalah supaya kau kuat menjalani cobaanNya. Karena sebenarnya selama ini tanpa kita sadari setiap melewati cobaan...bukan cobaan itu yg dimudahkan Tuhan...tapi kitalah yang dikuatkan...
Lihat, betapa baiknya Dia...

Kalau kau kuat...ibarat kuman yg kebal sama antibiotik lah ! hehehe...sori jelek perumpamaanku.