Sabtu, 30 April 2011

Book #1 : De Journal

Ini kali pertama saya mau buat resensi buku yang pernah saya baca, dengan gaya saya sendiri tentunya. Sebelumnya sih pernah, tapi cuma lantaran tugas dari guru Bahasa Indonesia di Kelas XII, so it's about 6 or 7 years ago. Setelahnya juga pernah, tapi baru sampai niat... belum direalisasikan. Dan kali ini, saya membuat resensi tidak seperti yang direferensikan oleh guru Bahasa Indonesia saya kala itu *maap ya bu* yang mesti sesuai EYD yang kadang saya juga masih bingung. Well, back to the topic.

De Journal, sebuah novel yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi si Tya seorang mahasiswa S2 yang punya keinginan untuk backpacking ke tempat-tempat indah di negara kita tercinta, Indonesia. Keinginan backpacking memang tampaknya sih biasa saja, yang special adalah backpacking-annya sendirian dan hanya ditemani Tizi, motor Trail miliknya. Amazing, mengingat dia seorang perempuan... as background dia memang mantan juara nasional pencak silat dan sudah sangat aktif di bidang 'kelaki-lakian' sejak SMA dan sangat cinta akan lingkungan sehingga menjadi anggota pecinta alam di kampusnya. Itu sedikit tentang si backpacker. 


Perjalanan di mulai dengan terbang ke Denpasar bersama Tizi *nama motor Trail-nya* dan memulai perjalanannya di sana bersama motor Trail dengan track yang waoww.. Denpasar - Lombok - Sumbawa - Labuhan Bajo - Kep. Komodo - Flores dan akhirnya Kupang. Dari Kupang memulangkan motor Trailnya ke Bandung sedangkan Tya melanjutkan perjalanannya ke Bali sendiri. Kembali ke Bandung untuk charging  selama seminggu dan memulai perjalanan baru ke barat Indonesia. Perjalanan 3 hari 3 malam ke Medan kali ini dengan angkutan umum (bis antar provinsi) - Bukit Lawang - Danau Toba dan P. Samosir - P. Nias - Bukit Tinggi - Harau - Padang - Mentawai - Padang - Medan dan akhirnya naik kapal PELNI ke Malaysia.

Kalo sampul belakangnya sih bilangnya,  'PS : Novel ini adalah kisahku selama lima belas tahun on and off ber-backpacking solo di Indonesia dan 30 negara lainnya'. Tapi isinya ternyata hanya pengalaman si Tya di Indonesia saja. Merasa dibohongi sama si sampul sih tidak juga, tapi kecewa pasti ada.

But, anyway... Banyak hal yang bisa dipelajari dari novel ini, tentu saja dari kacamata saya yang sangat tidak mengenal negara sendiri. Ternyata Indonesia dengan wilayah yang begitu luas, memiliki kekayaan alam yang begitu luar biasa, keragaman budaya yang patut untuk dipertahankan tetapi sangat kontras dengan moral sebagian yang lain yang sangat perlu untuk dipertanyakan. Bertemu banyak orang, banyak budaya, banyak bahasa, banyak pandangan dan banyak karakter yang tentulah tidak pernah sama, banyak kondisi yang selalu menuntut untuk menjadi seseorang yang fleksibel, menghargai orang lain, 'don't judge book by its cover'. Dan yang terpenting adalah banyaknya data dan makna istilah yang diberikan oleh penulis agar pembaca awam bisa memahami. Kalo ini fiksi, mungkin namanya jadi sience fiction tapi berhubung based on true story saya jadi tidak tau istilahnya apa.. hehehe.

Tidak hanya itu banyak hal dari penulis yang terkadang membawa pembaca kemudian berpikir dan mencoba memandang satu masalah dari sisi yang lain. Gaya cerita yang sangat natural juga imajinasi yang cukup 'melanglang buana' menjadi bumbu yang seru dalam novel ini. In the end, i'd give one word to the writer... COOL!

Semoga bisa menjadi inspirasi untuk yang lain.. untuk backpacking dan juga mencintai alam serta melestarikannya semampu kita. LET'S SAVE THE EARTH.

3 komentar:

adityo lesmana mengatakan...

dew sekedar komentar atau kritik, yg jadi pertanyaan kok resensinya sedikit yang banyak malah cerita tentang kamu?
hehehhehe damai saudari ku

d. mengatakan...

hihihii.. ie' kah kak?? resensi tidak sesuai referensi mmg.. *apologi!

bingungka jg mulai dari mana, padat merayap isix bela.. *lagilagiapologi..

:D

Anonim mengatakan...

membaca seluruh blog, cukup bagus