Selasa, 07 Februari 2012

Malino Highlands Part #2

Suatu Jumat malam di kala saya tengah menikmati coto di warung coto dekat rumah saya, LED light smartphone saya kelap-kelip penanda notifikasi, ternyata saya dapat e-mail dari… someone that I don’t know who invited me to visit again Malino Highlands and he said ‘but this time your stay in the premises will be on our expense as the token of our gratitude to you, being a valuable costumer to us’. Singkat cerita e-mail tersebut dari pengelola Malino Highlands, mereka ternyata membaca blog saya untuk title Malino Highlands bulan kemarin. I Thank God for this lucky opportunity J

Hehhehe… seperti yang saya ceritakan bulan kemarin, banyak fasilitas yang memang tidak sempat saya nikmati, dan tentu saja ini kesempatan bagus buat saya untuk lebih mengeksplore kebun teh yang kata Bapak2 di sana luasnya mencakup 400 Ha. Untuk kamu yang belum sempat baca tulisan saya yang kemarin, bisa buka linknya di sini. Invitationnya tanggal 4-5 Februari kemarin, setelah make an appointment mereka membolehkan saya membawa 4 orang keluarga.. (Trimakasi Bapak Paul J) and you know what guys mereka menyediakan sebuah guest house with 2 bed rooms + full meals for me and family J. We Thank you so much Bapaks and Mbaks for these full services.. J

Gerbang utama

The Guest House
Well, mari memulai perjalanan saya kali ini yo… Tulisan saya yang kemarin cukup menggambarkanlah ya tentang kondisi kebun teh sekarang secara umum, jadi untuk kali ini saya cuma mau share hal-hal baru yang saya dapat untuk kunjungan saya kali ini. Sesampai kami di sana sudah cukup siang, tapi tenanglah kawan… sesiang2nya Malino tetap saja lebih sejuk daripada jam 7 pagi di Makassar. So, kami masih menyanggupi untuk jalan2 ke Camping Ground. Jadi, ternyata camping ground itu semacam tanah lapang berumput yang datar dimana kita bisa gelar tikar dan tenda untuk ala-ala camping-an *yaiyalah.. namanya juga camping ground, bukannya mancing ground*. Kami memilih mengeksplorasi lokasi *ceileh bahasanya* dengan jalan kaki saja, biar bisa lebih ngena… sebenarnya sih bisa pake mobil / motor tapi tentu saja tidak ke semua area, apalagi untuk mobil mesti full of attention dan memastikan tidak ada mobil yang akan melintas dari arah berlawanan, soalnya jalannya sempit. Jadi kalo saya sih mending jalan deh.. kapan lagi jalan jauh tapi udara sejuk begitu, kan sayang.. J Routenya sebenarnya tidak begitu jauh, tapi jalanannya cukup menanjak… lumayan bikin ngos-ngosanlah untuk yang jarang olahraga seperti saya, But I still had fun of it J

Route menuju camping ground

Family Time
Setelah puas bernarsis2an di camping ground kita balik ke guest house untuk istirahat sebentar + take lunch. Rencananya sih sorenya mau ke café, tapi apa daya… cuaca tidak begitu mendukung, hujan dan gerimis yang datang silih berganti dibumbui kabut bikin kita lebih milih untuk stay at Guest House sambil nonton TV atau meringkuk di bawah selimut. But not so bad, karena saya dapat panggilan untuk ngobrol-ngobrol dengan Bapak-bapak pengelola + Empunya Malino Highlands *what a good opportunity, right? J* Unfortunately, waktu acara obrolan sore itu saya lupa bawa kamera *grrrr…* jadi dak sempat ada sesi dokumentasi L Hasil obrolannya apa aja? Hohhoho gak banyak sih, tapi cukup menyenangkanlah ya… bisa dapat info rencana pengembangan kawasan ini langsung dari pengelola… bukannya saya gak bisa share di blog ini seperti apa plan mereka kedepannya, but I just wanna make u surprised later guys.. J Yang jelas it’s a BIGCOOLPLANS… I’ll be waiting for it ya Bapak-bapak… Mudah2an BIG PROJECTnya lancar2 deh.. Amiin.. J

Animals
Setelahnya saya baru nyadar kalau ternyata ada beberapa binatang yang lucu-lucu di sekitar guest house ; ada sepasang monyet (entah beneran monyet atau jenis lainnya, saya kurang jelas), ada anjing2 kecil, ada beberapa jenis burung, ada kuda di area camping ground, dan yang paling lucu, untuk kamu yang suka nonton The Penguins of Madagascar, di sana juga ada temennya King Julian si ekor cincin J. Ya ini memang salah satu plan mereka, akan ada mini Zoo… Dan, lucunya anjing di sana ramah2 lho… bukannya takut, yang ada saya malah mau foto2 J Mudah2an binatangnya bisa tahan hidup di sana yah.. soalnya dingin.. Pagi itu saya keluar dari guest house jam 7 pagi, dan ketemu sama dua ekor anak anjing lagi menggigil di bawah kursi depan guest house kami. Kasihan.. L Tapi ngemeng2 soal udara dingin, memang lumayan sempat bikin saya stress menggigil di pagi buta.. Mungkin karena terbiasa dengan udara di Makassar yang puanasnya ampun2an, dan saya sangat bersyukur sekali karena di guest house-nya ada water heater. Saya selamat.

Eksplorasi dalam lapar
Pagi2 enaknya memang jalan2 jadinya kita mengeksplorasi wilayah bawah dulu, mengunjungi danau dan air terjun… J adik sepupu saya senang sekali tentu saja, mungkin dia merasa mirip si Diego, sepupunya si Dora The  Explorer. Saran saya, sarapanlah sebelum melakukan trekking dan jangan lupa bawa bekal secukupnya, apalagi air, itu akan amat sangat berguna temans. Jangan seperti kami deh, nekat jalan sebelum sarapan + tanpa bekal pula, alhasil kita sempat singgah2 istirahat karena kecapean. But I’m sure… kalau kamu sudah ngeliat pemandangannya, saya pikir rasa capek kamu bisa hilang secepatnya.. Kita pun mengunjungi danau. Ternyata danau buatan ini juga masih under construction tapi tetap bisa dikunjungi kok, saya membayangkan seandainya di danau kecil itu ada ikan-ikan air tawar juga seru kali ya… J

Habis nongkrong di danau, kita mau eksplorasi ke air terjun, lokasinya agak jauh sih… saya sudah warning ke adik dan adik sepupu saya, tapi mereke keukeuh mau lanjut, jadi ya… okelaaahh.. *padahal sudah lapar ini*. Route trekkingnya lumayan ‘seru’ tapi mesti hati2 prens, lengah sedikit bisa terpeleset kita… sampai di Air Terjun #1 mereka mulai ngos2an, tapi keukeuh mau lanjut ke air terjun #2 yang menurut saya pasti lebih jauh lagi. Tapi kami masih sanggup berjuang.. J Jarak dari air terjun #1 ke #2 itu ternyata lumayan jauh dan naik-turun dengan jalan yang mesti hati2 soalnya habis turun hujan, jadi agak licin. Sampai di tangga penurunan perasaan kami sudah mulai senang, sudah hampir sampai nih, soalnya suara air terjunnya mulai kedengaran… Tapi sayang sekali… kami tidak bisa turun ada sedikit longsoran di tangga penurunan, saya tidak berani. Kami balik naik ke atas, tapi nongkrong di atas tangga seru juga lho J Pas balik kita juga sempat ketemu Bapak Security yang sepertinya lagi keliling area semacam patroli, kita laporkanlah kondisi di bawah, mudah2an cepat ditindaklanjuti oleh pengelolanya. Mau balik ke guest house dengan kondisi yang ASELI LAPAR…. Tentulah sangat tidak mungkin, jadi kita singgah narsis2an lagi sebelum lanjut jalan balik.. J

Air terjun #1

Route menuju air terjun #2

Tangga menuju air terjun #2
Sampai di guest house ternyata sarapan kita sudah siap… tapi mungkin sudah semacam brunch --breakfast lunch—soalnya sudah kesiangan lantaran kelamaan nongkrong istirahat.. hehhehe.. Sebelum balik ke Makassar kita sempat ke café lagi… tapi café-nya kan sudah saya bahas di tulisan saya sebelumnnya, jadi tahulah kondisinya seperti apa J.
The Meals

Sebelum balik saya sempatkan untuk pamit2an sama bapak2 dan mbak2 yang sudah give full services for us J… Special thanks to : Bapak Andreas atas undangannya J Pak Paul untuk izin nambah 1 orangnya dan ngobrol2 sorenya.. J Pak Iskander juga atas konfirmasi via e-mailnya J Pak Irfan, Mbak Fani, dan Mbak Dian… I Thank you so much guys…. JJJ Good LUCK for your BIG PROJECT… As your plans, It’s gonna be a wonderful resort I guess…  Thank you… J

Balik ke Makassar saya dapat banyak pertanyaan lantaran DP BBM saya, saya ganti dengan foto2 di sana, saya kok merasa jadi semacam marketing hehhehe… But it’s ok, share untuk hal-hal yang bagus ini kok.. J Oiya, untuk Tiwi… *teman saya yang lagi ambil S2 di UGM yang sempat bertanya juga lantaran dapat tugas kuliah tentang pengembangan wilayah Malino* semoga bisa mendapat tambahan info dari tulisan saya yang ini ya say.. J

 Have a great life all.. J

3 komentar:

Vina Queen mengatakan...

Hayy mba , masih ingat sy ?? :)
iya , sy ini mba Fani yang mba masukkan ke dalam blogger mba di Malino Highlands part#2 .
tapi sayang ya ... kayaknya nama sy diganti :( atau mba dewi lupa kalii ya ,, hehe ..
Nama sy VINA , bukan FANI .
tp , no prob lah .
sy sgt antusias & t.kasih kembali ats kunjungan mba juga ke Resort kami .
semoga lain kali kita bisa berjumpa dilain kesempatan .

Thanks :)

d. mengatakan...

Howaaaa.... maapkan saya Mbak Vina yaahhh.. :D *saya memang suka lupa nama -____-"*

Tapi mukax ingat kokk... ;)
Thanks 4 visiting my blog... :))

Suhaina Malluse mengatakan...

mbak..punya kontak no resortnya gak?