Kamis, 29 Maret 2012

BBM (baca: Bukan Blackberry Messanger)

Hy all... semangat pagi Indonesia. Pagi ini liputan berita di negara kita tercinta masih dipenuhi dengan berita mengenai rencana kenaikan BBM oleh Pemerintah yang akan diberlakukan per 1 April mendatang. Di kota kami, unjuk rasa mengenai hal ini sudah terjadi beberapa hari belakangan ini. Beberapa jalan di depan kampus ditutup, sehingga masyarakat mesti pintar-pintar memilih jalur lain yang semoga saja tidak macet. IMHO (in my humble opinion) aksi yang berlangsung cenderung vandalisme (bukan anarkisme yah) ini dipercaya mampu menarik perhatian Pemerintah terhadap ketidaksenangan massa atas kebijakan Pemerintah yang menurut mereka tidak bijak ini. 

Tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan kemacetan yang ditimbulkan dari aksi ini, dan lucunya karena tidak sedikit pula dari yang mengeluh itu adalah mahasiswa yang konon hampir selalu dituding sebagai 'pembuat onar' atau si vandalis dalam kasus ini. Padahal, sadar tidak sadar si Vandalis itu sedang memperjuangkan kemakmuran masyarakat itu sendiri. Simpel sih, mungkin banyak masyarakat yang merasa kenaikan harga BBM tidak akan berpengaruh banyak ke kehidupan mereka, masih ingat kenaikan harga BBM pada bulan Mei 2008 lalu? dari 4.500/ltr ke 6.000/ltr, toh setelahnya masyarakat baik-baik saja dan akhirnya turun perlahan-lahan kembali 4.500/ltr yang sayangnya pada saat masa menjelang Pemilu 2009. Keputusan yang sangat populer Bapak, begitu kata sebagian orang, padahal menurut pandangan Pemerintah hal ini dilakukan karena mengikuti harga minyak dunia yang ikut menurun. Dan sayangnya, tarif angkutan umum yang telah ikut naik saat kenaikan harga BBM, tidak ikut turun setelah harga BBM juga turun. Alasannya harga onderdil kendaraan tetap mahal, padahal harga bahan bakar utamanya 'kan berkurang, logikanya tarifnya juga berkurang dong, meskipun mungkin tidak bisa semurah sebelumnya lagi.

Oke, kita bahas satu persatu. Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM dari 4500/ltr ke 6000/ltr dengan beberapa pertimbangan :
1. Meningkatnya kebutuhan BBM bersubsidi yang mana menurut pandangan pemerintah didominasi oleh orang-orang yang tidak pantas untuk disubsidi. Jelas saja, hal ini mendorong jumlah BBM yang harus diIMPORT yang mana pastinya dengan harga yang sesuai dengan harga minyak dunia.
2. Jika BBM tetap dengan harga sebelumnya, maka jelas *menurut Pemerintah* angka subsidi yang harus dikeluarkan untuk BBM bisa mencapai 290T, 20% dari anggaran negara. APBN bisa jebol, katanya. (based on http://www.tempo.co/read/news/2012/03/26/092392550/Ini-Alasan-Pemerintah-Menaikkan-Harga-BBM )
3. Sebagai solusi, Pemerintah akan memberikan bantuan untuk masyarakat tidak mampu dalam bentuk BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) yaitu semacam BLT sebesar 150rb/bulan selama 9 bulan.



Dari pihak yang kontra terhadap rencana kenaikan ini punya pemaparan yang sangat berbeda. Dari fraksi PDI-P menganggap banyak hal yang bisa dilakukan untuk menutupi kekurangan subsidi ini. Caranya dengan menghilangkan tambahan belanja pemerintah (according to http://nasional.kompas.com/read/2012/03/27/17581684/Ini.Alasan.PDIP.Menolak.Opsi.Pemerintah.soal.Kenaikan.Harga.BBM ). Sedangkan ICW menduga adanya mark-up subsidi BBM & LPG selama ini (according to http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/pemerintah-dan-dpr-bohongi-rakyat-soal-kenaikan-harga-bbm/18515). Yang lebih seru lagi, tulisan dan pemaparan Bapak Kwik Kian Gie dalam http://kwikkiangie.com/v1/2012/03/kontroversi-kenaikan-harga-bbm/ yang menyatakan bahwa subsidi BBM yang dilakukan pemerintah selama ini adalah PEMBOHONGAN PUBLIK. Selama ini minyak bumi milik negara telah dibeli oleh Pertamina untuk kemudian diolah, adapun pengolahannya sangat jauh di bawah harga minyak dunia. Jadi untuk apa Indonesia mengikuti harga minyak dunia. Karena kebutuhan BBM yang meningkat memang mengharuskan Indonesia mengimport minyak, tapi jumlahnya tidak sebesar yang diproduksi di dalam negeri. Kalau analisa Om Kwik benar 100%... saya benar-benar sakit hati terhadap Pemerintah.. -___-'!

Anyway.. kembali lagi ke aksi demonstrasi. Sampai tulisan ini saya buat di kata ini, aksi masih terus berjalan di berbagai daerah. Aksi vandalisme yang terjadi tidak sedikit, korban dari berbagai pihak juga tidak sedikit. Saya sangat kecewa dengan aksi pembakaran mobil truk milik minuman kola beberapa waktu lalu, aksi pelemparan di salah satu SPBU. Tahukah kalian? itu bukan milik Pemerintah, SPBU itu milik perusahaan pribadi! Dan kalaupun milik Pertamina, toh Pertamina tidak punya wewenang untuk menentukan harga BBM!! Lalu apa hubungannya BBM dengan truk minuman karbonasi?! Pengrusakan prasarana jalan juga banyak terjadi, pagi ini saya keluar, mengantar kakak saya ke kantor. Sedih dan bingung rasanya berkendara di keramaian tanpa TRAFFIC LIGHT satupun di jalur yang saya lewati. Sadarkah kalian pengrusakan itu bisa berakibat fatal terhadap kecelakaan?! Siapapun KALIAN, siapapun pelaku KEKERASAN, tolong BERHENTI, karena KALIAN sama sekali TIDAK MEMBANTU rakyat. Tapi siapapun kalian, saya juga titipkan Terima Kasih, karena aksi kalian membuat aksi itu terdengar oleh media, menarik menurut media.

Sampai saat ini saya masih mendukung aksi demonstrasi rencana kenaikan harga BBM dengan pemahaman yang saya punya. Tapi sekali lagi, aksi yang tidak merugikan rakyat dan pihak-pihak yang tidak patut menerima amarah yang salah. Saya salut dengan mereka yang berani turun ke jalan untuk membela rakyat, tidak hanya memikirkan diri mereka sendiri yang mungkin akan tetap mampu hidup meski BBM dinaikkan. Mereka mau turun ke jalan, dihalang dan dihadang peluru karet, gas air mata, dsb. jika mereka salah 'sedikit' saja. Mereka TIDAK dibayar untuk itu. Mereka berani dikambinghitamkan untuk aksi itu. Mereka berani diCERCA oleh masyarakat yang tengah mereka perjuangkan haknya. Tapi dari kacamata saya, aksi yang baik memang menuntut kita masif tapi bukan mengubah kita menjadi vandalis. Saya selalu ingat kata-kata yang hampir selalu dilantangkan ketika turun aksi... "Hati-hati... hati-hati PROVOKASI". Lanjutkan perjuanganmu Kawan... hentikan pembohongan...

Dear our Government... Bapak Ibu sekalian masih ingatkan pembagian BLT tahun 2008 lalu? Data yang katanya sudah fix pun tapi jika dikelola dengan manajerial yang buruk mampu membunuh rakyat sendiri. Tidak sedikit korban yang meninggal, luka-luka karena berebutan hanya untuk menerima uang yang menjadi hak mereka. :'( Banyaknya BLT yang salah alamat ke keluarga Pemerintah kecil, kesempatan korupsi bermunculan bahkan dari tingkat pemerintahan paling bawah, RT. Dan... BLT TIDAK menyelesaikan kemiskinan menurut saya. Bahkan membuat rakyat menjadi manja, terbiasa meminta-minta. Akan jauh lebih baik kalau dibuatkan lembaga yang bisa membentuk masyarakat kita menghasilkan karya yang bisa dijual untuk kelangsungan mereka kedepannya.

Dear our mass media.... Tolong... jangan menunggu aksi brutal lalu aksinya diliput, jangan menunggu vandalisme lalu aksinya LIVE, banyak juga kok aksi-aksi damai yang TIDAK terdengar. Jangan biarkan kami berpikir, setelah ada kekerasan, korban, perang, lalu kami akan didengar.

Dear kawan-kawan Demonstran, jangan khawatir, tidak semua rakyat membenci aksi kalian... Tetap berjuang!!! Ingat, kita harus MASIF tapi bukan kaum vandalis... HIDUP MAHASISWA!!! :)

Long march mahasiswa UNHAS di fly over Urip Sumoharjo siang ini :')

2 komentar:

Anonim mengatakan...

wise girl,,blognya bagus

d. mengatakan...

Trimakasi.. :)