Rabu, 21 Maret 2012

S.O.N.E.T

"Kamu punya facebook? nama akun facebook kamu siapa? aku add ya.." mungkin itu menjadi kalimat yang cukup sering kita dengar ketika memiliki kenalan baru di awal pertemuan. Facebook cuma salah satu contoh, masih ingat Friendster yang juga sempat booming 10 tahun lalu? Hi5? MySpace, Skype, Twitter, Tumblr, Google+ dkk. adalah contoh lain dari 'SONET' (baca: Social Network) alias jejaring sosial. Yang mana ide awalnya merupakan tools yang sangat memudahkan kita untuk berteman secara digital.



Saya baru masuk dunia social network kira-kira 7 tahun silam, setelah cukup akrab dengan warnet di sekitar kampus. Waktu itu saya mulai dengan Friendster dan Hi5. Tujuan utamanya to keep in touch dengan teman-teman SMA, SMP dan SD yang sudah mulai bertebaran melanglang ke seluruh penjuru nusantara. Tujuan sampingannya untuk menambah banyak teman. Mulai nge-blog dari blog FS (baca : friendster). Dan sekarang... melihat tampilan FS saja saya bingung, bagaimana menggunakannya. -___-!


Seperti itulah.. banyak perubahan yang terjadi di dunia sonet, alasannya cuma satu, semoga perubahan itu bisa membuat pemilik akunnya merasa nyaman, betah, dan kebutuhannya terpenuhi sehingga tidak ditinggal mati. Keanekaragaman sonet di dunia maya kemudian berimbas kepada rasa 'keharusan' untuk memiliki akun di setiap sonet. Mengingat fiturnya yang berbeda-beda tentu saja. Tapi pergeseran fungsi juga ikut terjadi... "Jejejejengggggggg!" dan iniliah inti dari tulisan saya saat ini pirsawan dan pirsawati... :D


Well, ide awal untuk mengangkat topik ini sebenarnya sudah lama, tapi malam ini sepertinya saya ingin meledak melihat 'keanehan' demi 'keanehan' di timeline, home, atau apapun istilahnya di setiap sonet yang saya punya. Sampai di mana tadi? Pergeseran fungsi, iya itu, demikian saya menyebutnya. Sepanjang pengamatan saya yang baru menggunakan sonet 7 tahun, FS memberikan fitur SHOUT OUT yang mungkin kalau sekarang kita akrabnya dengan status. Dulu, seingat dan sejangkauan teman FS saya, update status itu hanya sekali-3 kali ketika membuka akun. Isinya juga lumayan padat, saling mengingatkan, berbagi info, pokoknya hal-hal yang dianggap necessary to be shared. Sekarang, coba deh perhatikan HOME atau TL kamu, dan.. silahkan jawab sendiri seperti apa isinya. Setiap orang memang ingin dianggap 'ada' alias butuh akan eksistensi, tapi mungkin bisa dengan hal yang lebih positif. Selain tempat mengeluh, ruang pameran tentang hidup kita, bisakah kita dengan apa yang kita tuliskan memberi pesan positif terhadap orang lain? 


Mungkin kamu menganggap saya sok bijak, itu terserah kamu, toh itu pendapat kamu, dan saya tidak punya hak untuk memaksakan tentang bagaimana orang lain menilai saya. Hanya saja, yang sangat saya sayangkan adalah bagaimana status-status berbau negatif tersebut mulai membuat kita terbiasa akan keluhan. Terbiasa melihat kemudian secara tidak sadar kita akan mulai terbiasa untuk juga melakukan. Padahal, di setiap agama di muka bumi selalu mengajarkan kita untuk bersyukur, untuk kamu yang Muslim tau 'kan kalimat yang terulang-ulang di Surat Ar-Rahman... "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" Lalu kalau isi status kita hanya keluhan, tidakkah kita mendustakan nikmat Tuhan? Sonet kadang juga membuat saya merasa risih dan merasa perlahan-lahan membuat kita berubah menjadi manusia yang 'riya'. Setiap hal yang keren harus di-share, syukur-syukur kalau infonya memang bisa menambah pengetahuan untuk yang lain. Tapi kalau hanya sebatas pamer seberapa tajir si pemilik akun, saya tiba-tiba merasa kasihan terhadap mereka. Harus ya, eksis pake label 'gaji saya banyak'. Sadar tidak sih, kita sepertinya sudah menghabiskan waktu terlalu banyak dalam hidup kita untuk hal-hal yang sebenarnya tidak begitu penting yang justru hanya memberikan akibat buruk untuk kesehatan hati kita sendiri. Terlalu banyak berbagi, terlalu banyak mengobrol, terlalu banyak hidup dalam dunia kita sendiri. Yang kemudian, membuat kita lupa, bahwa realitas yang sebenarnya adalah hidup di sekeliling kita. Seberapa banyak orang-orang yang butuh bantuan kita, dan seberapa banyak kita mampu membantu orang-orang tersebut.

Terlepas dari kemuakan saya akan sonet, saya sadar, saya masih membutuhkan forum tersebut. Untuk perkembangan ilmu & pengetahuan saya, forum komunikasi dengan teman-teman saya, berbagi informasi dengan sekitar saya, serta belajar. Yap, belajar tentang apa saja, tentang aku, kamu, dia, mereka dan kita semua. Saya hanya berharap, mulai sekarang kita lebih bijak dalam menggunakan social network. Mari berbagi hal-hal yang positif, adapun hal negatif yang kita peroleh cukup jadikan pembelajaran saja ke depannya. Dan saya, hanyalah manusia biasa yang juga ingin eksis dengan apa yang saya pikirkan... tapi, tidak punya hak untuk mengatur atau menjustifikasi setiap makhluk. Itu hak kalian untuk memutuskan menjadi seperti apa diri kalian.

Seperti kata Lala Karmela di akun twitternya malam ini, Whatever they may say.. You hold the last decision, own it, do it, make the best out of it.

Mari berteman dengan bijak, for a better heart and a better world :)
*sumber gambar: Googling dengan keyword SOCIAL NETWORK*

 

4 komentar:

loveheaven07 mengatakan...

good entri friend

parusuh rusuh saja mengatakan...

Sonet+a...rangkai kata..sonet rangkai teman...!! Rangkai temn dgn rantai kuat..sonet bri kmudhn n sllu mndektkn...seperti kau & aku

Grace Amaliah mengatakan...

Kalau di baca sm si empu nya TL, bisa saja dia bilang :
"Gaji saya banyak so what ?"

Sy juga kadang dpti spt ini tp riya tidaknya seseorang d TL sy rasa itu bukan urusan saya walaupun membacax membuat sy risih.

Sy juga mungkin akan dikatai sok bijak spt d tulisan ,muw say....tp klo boleh kutip sdikit opinimu...inilah realita, tidak semua hal bsa berjalan sesuai dengan dunia yang kita inginkan. Pluralisme sifat, karakter atau apapun menyangkut orang lain adalah realita yg mesti di hadapi....

Dan !!! S.O.N.E.T tdk jarang dijadikan dunia AKU...baik itu pelarian, hiburan, eksistensitas atau bahkan cuma iseng... hehehehe :D

d. mengatakan...

Uga.. stressingx di situ yah? itu memang salah satu kerisihan saya saja hehe.. klo saya lebih BOLD ITALIC UNDERLINE ke seringx pengguna SONET yang mengeluhkan hampir seluruh hidupnya di sonet. Impactnya ke orang2 yg membaca. AKU memang, makanya dari tulisan ini saya mengingatkan, kita hidup di dunia yang sadar tidak sadar berpengaruh ke org lain. Semoga kita masih bisa memberi pengaruh positif ke org, bukan hanya sibuk dengan keAKUan saja. :)

Manusia memang jamak, sangat jamak, terlalu jamak bahkan dan seperti yg sy blg di akhir tulisan... Itu hak kalian untuk memutuskan menjadi seperti apa diri kalian. Untuk generasi anti mengeluh.. untuk generasi yg lebih banyak berbuat, dan tulisan ini salah satu dari hal yg saya buat untuk mengingatkan :)