Selasa, 12 Juni 2012

Salam Sapa Dari Ujung Dunia

Haiiii blogger.... howaaaa lama tak sua.... *salimsatusatu* hmmh well.. 2 bulan sudah blog ini tidak diupdate, rindunya luar biassaaa... Saya sibuk? hmm tidak sih kalo sudah jam tidur. *heh?!* hehehe.. oke.. kangen cerita-cerita kosong, curcol, berbagi hal tak penting dan sebagainya di portal ini. :) 

Let's talk about my life yah... sudah sebulan lebih saya menetap di Ta'deang (nama daerah di pedalaman Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan) untuk sebuah proyek jembatan. Belum lama ini memang saya bergabung dengan sebuah perusahaan konstruksi khusus Jalan dan Jembatan dari Jakarta yang membuka cabang di Makassar. Mereka membutuhkan tenaga teknik sipil yang bersedia ditempatkan di lapangan. Awalnya sih, si Bos bilangnya tidak harus stay, tapi sepertinya posisi saya memang mengharuskan saya untuk stay di Mess proyek deh. So, I decided to stay.

Howaaaah hidup di lapangan tidak semudah saya berkata "Iya" saat interview. Seperti kata senior saya sehari sebelum saya turun ke lapangan "Kalo saya kasihan kalo cewek yang turun ke lapangan, keras hidup di lapangan, mending kerja di Developer saja" yang saya balas hanya dengan "hehehehehe..." kala itu. Dari awal saya sudah tahu bahwa seluruh aparat pekerja mulai dari KaCab sampai helper semuanya bukan penduduk asli, they are all sundanese, jadi untuk itu saya masih bisa stay cool. Dari awal juga saya sudah tahu, kalo saya adalah karyawati satu-satunya yang mereka punya, sebelum akhirnya mereka meng-hire karyawati lain sebagai admin kantor di Makassar. Itu resiko, siapa suruh dulu pilih jurusan yang ke-laki-lakian, jadinya begini.. Hehehe... but i enjoyed my life. Yang membuat saya sedikit berat sebenarnya adalah ketika kondisi di lapangan kurang memungkinkan untuk membuat kita nyaman *maksudnyaaaa?!*. 

Dulu, di rumah, saya menikmati air bersih dari PDAM 24 jam sehari kapanpun saya mau. Tidak jarang air bersih itu mengalir dan terbuang untuk waktu yang lama HANYA karena saya lupa menutup keran. Saya tidak pernah membayangkan, di sini, orang-orang tidak bisa menikmati air jernih seperti itu, padahal sumber airnya dekat sekali lho, FYI, di belakang mess kami ada sungai kecil yang airnya jernih. Lalu dari mana mereka mendapatkan air? Dari gunung. Mereka menadahkan pipa untuk kemudian disalurkan ke rumah masing-masing warga. Jadi, air yang mengalir masuk ke WC itu PURE air alam, tanpa sanitasi, tanpa filter. Ada warga yang rombongan melakukan penadahan pipa air, ada pula yang nafsih-nafsih alias sendiri-sendiri, seperti Pak Aji, si pemilik rumah yang kami jadikan Mess. Apa akibatnya? ketika pipa penadahan air di gunung terlepas atau tidak pada tempatnya akibat gangguan binatang, yang memperbaiki hanya Pak Aji seorang, tidak ada warga lain yang bisa diharapkan, dan hal itu cukup sering terjadi. Dan belakangan ini, Pak Aji sering sakit :(. Anyway, karena air yang mengalir itu adalah air asli dari alam, pernah membayangkan kalo air di bak mandi kamu berwarna cokelat muda di saat hujan? Seperti air sungai yang berwarna cokelat karena bercampur lumpur ketika hujan turun. Saya tak perlu membayangkannya, karena saya merasakannya. :) 

Allah selalu memberikan pilihan-pilihan di saat kita biasanya tidak berharap akan adanya pilihan. Sehari setelah saya terdaftar sebagai Quantity, panggilan interview tiba-tiba datang lagi, tapi tanpa berpikir panjang kutolak secara halus. Saya percaya, pilihan saya tidak salah. Dan tidak boleh salah tentu saja. Setelah seminggu di sini, Bos lama saya memanggil saya untuk bekerja lagi dengan mereka, dan lagi, kutolak secara halus. Masih berusaha meyakini kalo pilihan saya tidak salah. Kenapa? karena banyak hal yang sangat tidak biasa ketika bekerja di lapangan yang membuat saya tertarik.

Bekerja di waktu semaumu. Kadang, ketika pekerjaan benar-benar peak, kita bisa bekerja hingga lewat tengah malam selama berhari-hari. Work in whole day. Mulai dari bangun pagi sampai mau tidur lagi. Tapi kadang, ketika pekerjaan hampir tak ada, saya sempat kok untuk tidur siang.. X)) Mandi? jangan tanya... waktu mandi saya itu jam 10 pagi dan jam 5 sore kalo mau. Ada yang protes? Semua ketidakteraturan ini membuat saya sadar dan banyak belajar, bahwa yang terpenting adalah bagaimana kita mengatur waktu. :)

Sebulan di sini, info tentang lowongan kembali ke tambang juga banyak. Tapi, entah kenapa saya merasa tidak tertarik lagi. I wanna take another different part of my life. That's it. And I thank GOD  for all these special part of mine. :) Nanti dilanjut lagi yah... mau mandi dulu... Daaah blogger.. =D

Tidak ada komentar: