Rabu, 11 Juli 2012

A Sweet Goodbye

Saya resign. Dengan nama Allah dan memohon hanya atas ridho-Nya saya mengundurkan diri seminggu yang lalu. Insya ALLAH bukan keputusan yang salah. :) Bukan karena mendapatkan perusahaan baru, bukan karena tidak tahan akan kondisi lapangan, bukan karena merasa gaji saya kurang, tapi saya hanya mencari pekerjaan yang membuat hati saya tenang. Saya cinta pekerjaan saya, saya sangat menikmati bekerja bersama tim lapangan, sangat senang dengan kondisi lingkungan proyek, dan itu sudah cukup bagi saya untuk bertahan selama 2 bulan di sana. Mengapa? karena ada hal yang terasa asing yang tiba-tiba merasuk hati kemudian menjalar ke otak tentang job deskripsi pekerjaan saya. Sebulan, saya butuh sebulan untuk menjadi penengah antara hati dan otak saya tentang itu. Hati saya menang, otak saya stress, maag saya kambuh setiap hari, setiap saya pulang ke rumah kondisi saya pasti tak sehat. Saya percaya, itu akibat ketidakmampuan hati juga otak saya untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan 'keyakinan' saya. Dan yang saya yakini, tekad saya sudah bulat, NO COMPROMISE. 

ALLAH selalu bersama kita, di manapun, kapanpun, bahkan ketika kita seolah lupa atas keberadaan-Nya. Karena IA di sini *menunjukkedada* dan di sini *menunjukkepelipis*. Bukan hal yang mudah untuk meninggalkan segala kenyamanan, kebersamaan, kekeluargaan yang telah saya rasakan selama 2 bulan ini, tidak mudah, saking sulitnya, saya sampai harus terbata-bata dan tak mampu membendung buliran dari mata saya ketika saya harus menjelaskan pada mereka, pada kru lapangan tentang alasan resignation saya. Pagi itu, entah pagi keberapa saya terbangun dengan pusing dan mual. Saya tahu, saya mungkin muak dengan diri saya sendiri, muak dengan ketidakberdayaan saya, kelemahan saya, kebutuhan saya akan materi. Akhirnya, kata hati saya selama sebulan mampu saya lontarkan secara lisan dan tulisan pada sebuah surat pengunduran diri.

Kembali kisah selama 2 bulan bersama mereka seolah ter-rewind di otakku. Ketika pertama kali tiba, ketika mesti begadang bersama, ketika harus menyiapkan bahan rapat bersama konsultan dan PPK, ketika harus menunggu hingga pukul 11 malam di PU, ketika menemani mereka belanja hingga jam tutup MP dan harus kejar-kejaran pula sama satpam untuk ngambil mobil di parkiran :D. Brownies Amanda Blueberry yang katanya kurang enak tapi tetep laku juga :p, Konro Maros yang bikin gigi Pak Eko copot, cokelat hadiah ulang tahun di pagi 6 Juni, hura-hura karokean di 6 Juni malam, I thank you so much for all those moments guys. Terima kasih, you're the best crew I ever had. :')

Dan terakhir, izinkan saya untuk meminta maaf atas semua kesalahan yang saya sengaja maupun tidak saya sengaja. Untuk ketidaksanggupan saya memenuhi janji sampai MC0 selesai, untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak sanggup saya selesaikan, untuk mood yang tak kunjung baik di hari-hari akhir, dan untuk pekerjaan yang tidak saya kerjakan dengan hati sehingga hasilnya berantakan. I beg your pardon. Semoga proyek lancar sampai selesai tepat pada waktunya ya Rabb... Amin. Sampai ketemu di lain kesempatan yah.. Pak Eko, Pak Agus, Kak Cecep.. salam buat Teh Debby dan si Kaka. :) I'm gonna miss Teh Debby's cooking. Thank's for the chance and.. I love you all. :)

2 komentar:

Grace Amaliah mengatakan...

dede...resign lagi ? Hmm...oleh karena maka daripada itu lah dew, sy dr dulu kurang punya keinginan bekerja sbg kontraktor. Alangkah nyamannya menjadi Owner dew hehehe....Semoga dapat yg terbaik d kemudian hari yah, dew. Amin.

d. mengatakan...

Thank you.. Amiin untuk doanya. :)

Kalo dibilang lebih enak jadi owner, saya punya doa yang cukup KERAS untuk owner-owner sekarang khususnya PU dalam hal ini. Semoga, secepatnya sistem pelelangan proyek di negara kita bebas dari KKN. Amin.. soalnya, sudah menjadi rahasia umum, kalo kecurangan-kecurangan itu sebenarnya depend on ownerji. Klo owner-nya fair, yakin saja, kontraktor dak bakalan macam-macam, apalagi konsultan. :)