Selasa, 17 Juli 2012

Taman Prasejarah Leang-Leang


Kalo kamu anak Makassar, I'm pretty sure you know what I'm talking about in this post. Taman prasejarah Leang-leang yang terletak di Kab. Maros Sulawesi Selatan. Kalo dari Kota Maros sendiri kurang lebih 11 km, pernah dengar Taman Nasional Bantimurung? Nah, Leang-leang terletak tidak jauh sebelum Bantimurung dari arah Kota Maros. Leang-leang dalam bahasa setempat berarti Goa, betul jadi taman prasejarah ini sebenarnya adalah sekumpulan goa-goa yang saling berdekatan di bawah batuan raksasa yang biasanya disebut karst. Karst sendiri terbentuk karena adanya pelarutan batuan dengan ciri adanya sungai bawah tanah serta goa-goa.


Karst as background


Pedestrian cantik :)

Apa sih serunya? Ini absolutely seru buat kamu yang suka sejarah jaman purba, senang wisata arkeologi, ato senang foto-foto seperti saya :). Tujuan utama saya memang cuma buat foto-foto di taman prasejarahnya, tapi kalo bisa sih saya juga mau masuk ke goa. Tapiiii lantaran kurang nanya dan cari informasi sebelum ke lokasi, setelah mendapati pintu-pintu goa dipagari, kami langsung berhenti dan tidak tertarik untuk bertanya pada penjaga. Ternyata, boleh kok masuk ke goa-goanya, tapi mesti ditemani pemandu dan pemandunya ada di loket tiket di parkiran. :'( *inilah akibat malu bertanya mentok di jalan*


Larger

Peraturannya dibuat Tahun 1931 sama Londo
Jadi, untuk Leang-leang sendiri konon pertama kali ditemukan oleh 2 orang arkeolog Mr.  Van Heekeren dan Miss Heeren Palm di tahun 1950. Mereka menemukan adanya lukisan-lukisan pada dinding goa yang telah berumur 5000 tahun. Hasil penelitian mereka menyimpulkan goa-goa ini telah dihuni sejak 8000 - 3000 SM. Sayang sekali ya.. saya tidak sempat masuk, tapi kalo kamu masuk, katanya di dalam goa-goa ini terdapat banyak lukisan, perlengkapan perburuan, hingga sisa-sisa makanan jaman purba berupa tulang belulang binatang. Jadi penasaran, sooooo untuk postingan saya kali ini saya cuma bisa share foto-foto tamannya saja. 

Di bawah batu
The Bridge
Selain susunan batu-batu alam di hamparan lapang, karst-karst beserta goa-goanya, tampaknya taman prasejarah ini sudah cukup memadai sebagai objek wisata. Di dalamnya juga sudah difasilitasi dengan musholla serta toilet yang tergolong bersih, hanya saja banyak nyamuknya, kurang dikunjungi mungkin ya. Pengelola juga membuat beberapa gazebo sebagai tempat beristirahat bagi para pengunjung. Kalo boleh kasi saran, sebelum masuk mending bawa bekal yang banyak ya, biar tidak kehausan atau kelaparan, soalnya kalo sudah masuk, jangan harap ada jajanan di dalam. Untuk tiket box sendiri, 10k/orang + parkiran 2k.  Serulah... sekeluar saya dari sana, saya makin menyadari satu hal... Indonesia itu kaya. :)

We thought it's closed :'(
My 'jokka' partner :D

Unfocus me among the rocks :)

2 komentar:

Grace Amaliah mengatakan...

never been here before ;) you should ask me next time dew...ok !

Herry Setyadi mengatakan...

Ehm.. Kerennn.. *potoku.. :D