Kamis, 23 Agustus 2012

Bali, Months Ago


Hey ya Blogger! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah yah.. Untuk kalian semua yang merayakan.. Mohon maaf untuk salah dan khilaf Dede’ selama ini… Mari me-Romadhon-kan hari-hari kita sampai akhirnya ketemu Romadhon lagi *jika diizinkan* Amiin.. Ya Rabbal Alamiin… J Well… libur after Ied ini saya masih seminggu di rumah, dan sedang memikirkan kegiatan bermanfaat apa kira-kira yang bisa saya lakukan selama di rumah. Setelah ngecek-ngecek foto di HDD, saya nemu folder yang sudah lumayan lama ngendap dan tidak dipublish… jadi pengen liburan.. I need some vacation I guess L.. Tapi karena belum kesempatan buat liburan dan terhambat di biaya, yasudahlahyaa.. nulis tentang flashtrip saya ke Pulau Dewata beberapa bulan lalu saja.. J

My tripartner kali ini.. :)
Bali. Siapa sih orang Indonesia yang tidak kenal Pulau kecil tapi namanya sudah go International ini. Kali ini saya mau share hasil jalan-jalan saya yang sangat sebentar di Pulau Dewata pada awal tahun ini. Kata orang-orang sih banyak tempat lain di Indonesia yang jauh lebih indah daripada Bali, but I have no right to decide which is better karena saya juga belum sempat jalan-jalan ke tempat yang lain. IMHO, Bali itu menarik bukan dari pantai Kuta-nya, atau susunan sawah yang sangat indah di daerah Ubud. Karena untuk keindahan alam, saya percaya Indonesia punya potensi yang sangat besar tidak hanya di Bali. So, saya tidak menafikkan keindahan alamnya, tapi saya mau mengangkat sisi lain yang jauh lebih menarik perhatian saya selama di Bali J.
Upacara di Tanah Lot
Menjelang malam, masih ramai karena upacara Galungan
Kapan yah Pantai di SulSel juga ada petugas kebersihan + tempat sampahnya :(
Sembahyang pagi di Kuta
Budaya. Saya tertarik dengan budaya orang Bali, ini yang kemudian membuat saya berpikir ‘so this is the reason why it’s called The Island of God’. Sangat menarik, provinsi yang terdiri dari 8 kabupaten dan 1 kota tersebut secara keseluruhan bisa membuat kita merasa nyaman. Semuanya ada. Bagaimana tidak, dalam 1 wilayah wisata kita bisa menemukan kesan yang begitu kontras yakni hiruk-pikuk dunia malamnya serta kedamaian budaya seninya. J Saya mulai dari perjalanan saya deh, saya di Bali memang hanya 2 hari 3 malam, sembari menemani teman-teman yang cutinya hanya sehari. Dan FYI, ini memang pertama kalinya saya ke Bali, tapi saya bisa bilang saya jatuh cinta pada Bali dan itu cukup mampu membuat saya rindu untuk kembali ke Bali. Maybe someday, to stay a ‘lil bit longerJ

Kata Bli Dewa, ini cuma hasil iseng-iseng warga setempat.. di taruh di pinggir jalan di daerah Ubud, hanya supaya lingkungan tampak indah.. mereka tidak dibayar untuk itu.. :)
Jalan-jalan di Bali membuat saya merasa.. hmm.. this is my dreamland…  Ketaatan, kerapihan, kesederhanaan, keramahan, ketekunan, dan kejujuran masyarakat Bali-nya sebenarnya yang membuat saya jatuh cinta. Wajarlah kalo Bali itu juga The Island of art menurut saya. Bagaimana mungkin mereka bisa menjadi seniman tanpa kesabaran dan ketekunan?

The Artists are working... tekun yah..
Waktu itu kami menginap di sebuah penginapan di Jl. Poppies 1, sengaja memang memilih di daerah Kuta dibanding ke Denpasar, biar gampang jalan-jalan malamnya. Sepanjang jalan di depan Pantai Kuta dan sekitarnya memang bisa jadi pusat kegiatan malam turis baik domestik maupun dari luar. Musik gaduh terdengar cukup riuh sepanjang jalan, belum lagi kalo ada DJ performance di pinggir jalan.. bisa macet. “Tapi, semacet-macetnya Bali, gak ada kok yang bunyiin klakson meronta-ronta.. semuanya memilih sabar, diam, menunggu sampai bisa jalan..” kata Bli Dewa, Balinese aseli, tour guide kita di sana. Dan yah.. itu benar.. selama di sana, beberapa kali kami terjebak macet kecil *tapi menurut Bli Dewa sudah macet parah untuk ukuran Bali* dan tidak ada kok yang menyalakan klakson, semuanya sabar… mengantri untuk berlalu. Kalaupun ada yang klakson, klaksonnya sopan, tidak panjang, sekali pencet, hanya untuk menegur pengendara di depannya kalau-kalau tak sadar lampu merah sudah hijau. J

Kesederhanaan, keramahan.. :')
Kesabaran dan ketekunan saat proses pembuatannya :')
Flashtrip saya kala itu hanya mengunjungi beberapa tempat sih, tapi lumayan lah… untuk mengenal budaya Bali sedikit lebih dekat. Hari pertama kami habiskan untuk berwisata modern.. blanja oleh-oleh di KRISNA, JOGER, foto-foto di GWK, dan terakhir nge-sunset di AYANA Resort, tepatnya Rock Bar. Yang terakhir ini.. wuihh... seru, nice place lah.. Kata Bli Dewa sih, yang punya AYANA Resort itu HILTON Family tapi kerjasama sama Jepang juga sih, kata Bli Dewa loh ya… benar tidaknya silahkan dicari sendiri.. J tapi saya percaya juga kok, International standard.. Keren. Jadi, AYANA Resort ini letaknya di tepi pantai di atas batu, viewnya jelaslah yaaa laut lepas.. Nah, Rock Bar-nya yang memang dibangun di atas batu-batu besar itu letaknya di bawah, lebih tepatnya di atas laut, jadi ke bawahnya mesti ngantri dulu buat naik semacam kereta. Wait, tapi sebelum masuk mesti reservasi dulu, dan kalo penuh.. jelaslah kita tidak boleh turun sebelum ada meja kosong yang tersedia di bawah. Dan… tentu saja, guest ayana resort lebih diutamakan dibanding pengunjung luar. Viewnya? jangan tanya.. laut lepas yang berbatasan tebing-tebing batu ditemani sunset.. wohhoo J Tapi, buat teman-teman muslim, sebelum memesan minuman atau makanan sebaiknya konsul sama waitress-nya dulu ya.. Untuk memastikan kalo minuman kamu tidak mengandung alkohol.. soalnya namanya aneh-aneh *buat saya sih*. J

View Ayana dari pintu masuk, banyak bagian yang tidak t'capture.. karena areanya cukup luas
Kereta menuju Rock Bar!
Rock Bar
The Sunset
View dari kereta menuju ke atas
BALI… huuhh saya sampai bingung mau nulis apa lagi… tapi semoga foto-foto saya bisa menggambarkan   apa yang ingin saya ceritakan… Sebenarnya masih banyak lagi sih fotonya, tapi takut pembacanya muntah saking narsisnya.. hehe..  Dan terakhir… kapan ya.. saya jalan-jalan lagi? hmmh... Have a great life guys… J


Kamis, 16 Agustus 2012

C(oconut)heese Burger

Romadhon sudah hampir berakhir, dan sedihnya saya mendapat 'tamu' di akhir romadhon seperti ini. Ketidakpuasaan kadang membuat saya bertanya-tanya, kenapa kalo romadhon lapar tak terasa? Tapi giliran tidak berpuasa, tak sarapan saja bisa bikin maag saya kambuh di jam 10 pagi diikuti sakit kepala di siang hari.

Nah, untuk menghindari penyakit-penyakit tersebut seperti 3 hari yang lalu saat saya makan siang di kantor hanya dengan sebatang silverqueen, sejak 2 hari lalu saya membawa bekal. Kenapa bawa bekal? Karena saya malas keluar kantor di pukul 12 siang dan bertarung dalam kemacetan hanya untuk makan. Bekal saya? Bikin sendiri dong.. *narsis*

Cheese burger ala Dede. Saya menamainya demikian sampai tadi malam. Tadi malam, adik saya yang memang hobi ngemil masakannya sendiri itu tiba-tiba bertanya, "kak dede, ini keju parutkah?" Katanya sambil memegang tempat kecil berisi parutan berwarna putih kekuningan. Dengan mantap kujawab, "yohha!". Tiba-tiba sepupu saya yang jauh lebih hafal isi kulkas saya menjawab "bukan... Itu kelapa goreng...kejunya di tempat yang satu, belum diparut" kata-kata yang sangat lugas dan membuat saya merasa goblok sekali kemarin pagi. Karena terburu-buru saya tidak mencoba membaui dulu keju atau bukan, main langsung tabur menabur saja.. tapi yasudahlahyaa.. yang penting perut saya masih aman. Pagi ini saya membuat sandwich with the real cheese guys.. can you see the differrnce between cheese and coconut on my pics? Sorry, cuz i don't think so... *cariteman* ;p



Senin, 13 Agustus 2012

Sedikit Kita Untuk Mereka

 Assalamu’alaykum wa rohmatullahi wa barokatuh semua… J
Romadhon sebentar lagi berlalu, satu hal yang selalu saya sadari, hal yang paling berharga di muka bumi ini adalah waktu. Karena seberapa kayapun kita, waktu takkan mampu dibeli kemudian diulang kembali. Dan investasi terbaik di muka bumi ini adalah waktu, berinvestasilah dengan waktu… caranya? Gunakan waktu sebaik-baiknya, jangan membuang-buang waktu untuk hal yang tidak penting. Dan hal yang tersulit? Manajemen waktu.. Seperti Romadhon kali ini… lagi-lagi saya hanya mampu bersedih karena merasa belum optimal dalam menjalankan ibadah L Belum mampu mengatur waktu dengan baik, masih sering membuang waktu dengan melakukan hal-hal yang tidak penting. Padahal, waktu tak pernah ingin kembali. L

The Committee...

Dua hari lalu, Keluarga besar Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Angkatan 2005 baru saja mencoba untuk memutar kenangan masa lalu sembari bernostalgia dengan mengadakan acara berbuka puasa bersama. Acara ini memang rutin kami lakukan setiap tahun sejak awal tahun bersama, 2005. Tapi, baru kali ini kami ingin mengubah sedikit konsep yang ada pada tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, kami hanya mengundang teman-teman angkatan, senior-junior kampus untuk berbuka bersama. Tahun ini, kami ingin sedikit berbagi untuk adik-adik yang kurang beruntung. Pelemparan issue dimulai pada group angkatan di facebook, berlanjut ke rapat rutin mingguan sebanyak 3 kali. Jujur saja, awalnya kami agak pesimis. Mengingat tidak sedikitnya dana yang diperlukan untuk membuat acara seperti yang kami konsepkan. Dari segi makanan, sumbangan ke personal anak yatim, sumbangan ke pihak panti, dsb. H-7 hari H, bendahara kami mengaku masih minus dana banyak, jangan salah, semua biaya memang hasil urunan kami seangkatan saja. Tapi Alhamdulillah.. We Thank GOD mendapatkan teman-teman yang begitu peduli terhadap angkatan, meski mereka sudah memastikan tidak bisa hadir karena sudah berada jauh dari Makassar. H-3, pengumpulan dana resmi kami tutup dengan dana 1,5 kali lebih banyak dari dana proposal. ALHAMDULILLAH… Acara bisa berlangsung aman. J
Breaking the fasting! :)
Acaranya sendiri, biasalahyaa… acara ngobral-ngobrol-ngalor-ngidul khas nostalgila zaman kuliah. Makan-makan, foto-foto, cerita-cerita… standard lah. J Ada hal yang jauh lebih menarik perhatian saya sebenarnya, mereka yang kami undang. Anak-anak itu. Ternyata mereka bukan anak panti, tetapi anak-anak yang dikumpulkan di bawah komunitas pecinta anak yatim. Saya sedikit heran ketika awal ngobrol dengan anak-anak itu, mereka mengaku tidak tinggal serumah, tinggalnya di rumah masing-masing. Akhirnya, saya ngobrol dengan salah seorang kakak pendamping anak-anak tersebut. Wow.. saya terkesan sekaligus merasa sedih dan merasa begitu beruntung dengan kehidupan yang saya jalani sekarang. Tapi sedikit tersentil mengingat ketidakmampuan saya untuk berinvestasi terhadap waktu untuk berbuat lebih banyak lagi bagi orang-orang sekitar saya yang membutuhkan. 
Girls Only
Anyway... saya lanjut ya ceritanya, jadi komunitas ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 2006 dan pada awalnya hanya merangkul 10 orang anak. Komunitas ini bergerak untuk mencari donatur yang ingin memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak tersebut. Satu donatur, satu anak. Biayanya tidak begitu besar loh, cukup 125 ribu rupiah/ bulan saja. Padahal, terkadang uang segitu cuma bisa buat makan sekali di restoran masakan Italy, ato ongkos nongkrong sehari di mal sambil nonton. L Kakak-kakak pendamping itu sekarang sudah mengumpulkan anak-anak yang kurang mampu dari berbagai spot di Makassar. Setiap 2x sebulan mereka dikumpulkan *biasanya di Danau Unhas* untuk Sekolah Alam. Di sekolah Alam ini mereka diajarkan pelajaran tentang Islam. Dan kalau malas hadir, anak-anak tersebut beasiswanya akan dicabut. Yang seru, sebelum sekolah alam dimulai, anak-anak ini harus menyetor hafalan surah pendek, biasanya 5 ayat. 
cewecewe.. :)
Tapi yang menyedihkan, Kakak-kakak pendamping ini ternyata sudah memiliki 150 list anak yang patut untuk disantuni, tapi donatur yang ada ternyata masih sekitar 60an, 90 anak lainnya masih waiting list. Tentang anak-anak tersebut, tidak perlu khawatir, karena dari pihak komunitas ini sebelumnya sudah melakukan survey pada kondisi keluarga si anak, insya ALLAH tidak akan salah masuk kantong. Untuk teman-teman yang ingin ikut menjadi donatur please feel free to contact me yah. Saya simpan nomor salah satu Kakak pendampingnya kok. Bagi yang ingin menjadi donatur, FYI, sekali making deal itu untuk per 6 bulan donasi yah, tapi donasinya diserahkan setiap bulan kok. Ketika 6 bulan sudah berjalan, donaturnya akan diminta kesediaannya lagi kok, jadi kalo donaturnya tidak bisa, adik yang dibantu akan diusahakan untuk mendapatkan doonatur yang lain. Kecil buat kita, tapi bisa sangat berharga buat orang lain. Bukankah di dalam harta kita juga terdapat bagian orang lain? Yuk menjadi bagian dari mereka..  J
Panitia dan Undangan
Terakhir, Terima Kasih kepada teman-teman C'05 untuk sumbangsih serta acaranya yang sangat berguna ini,  kepada adik-adik serta teman-teman dari komunitas pecinta anak yatim atas kesediaannya hadir di acara kami. Semoga kita semua menjadi sebaik-baik manusia yang bisa berguna bagi orang banyak... Amin Ya Robbal Alamin.

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan... 

no comment! :D:D:D