Senin, 24 September 2012

In Memory of Egwin Al Yusuf

Ini berita duka, sedikit tidak percaya, dan masih diselubungi sedih ketika membuat tulisan ini. Saat ini. Ketika kamu membaca postingan ini bisa jadi ruh ini tak lagi di sini. Unpredictable. Seperti itulah hidup jika kamu ingin saya menggambarkannya hanya dengan satu kata. Dia, seorang senior, kakak, guru, serta motivator yang sangat baik dan bijak ternyata telah lebih dulu menghadap Sang Khalik kemarin. Pukul berapa tepatnya saya tidak tahu, yang saya tahu, saya merasa kehilangan yang cukup mendalam. Dan tulisan ini, saya dedikasikan untuk mengenang beliau, Kanda Egwin Al-Yusuf, Sipil FT-UH '01.

Pertemuan pertama kami saat itu saya masih maba (mahasiswa baru), kami dikumpul oleh senior di sekretatiat HMS (Himpunan Mahasiswa Sipil) FT-UH. Dia, sebagai senior menanyakan kabar kami, yang tentu saja dalam keadaan dipaksa baik :), tapi meski ia tahu kondisi kami sedang dipaksa baik, dia banyak memberikan semangat serta gambaran tentang dunia kemahasiswaan, biasalaah senior.. :) Kak Egy juga sempat memberi koreksi pada tugas besar Menggambar Rekayasa Struktur Bangunan saya hari itu, sebelum saya asistensikan pada temannya. Selang beberapa lama, HMS kala itu punya program kerja melalui kelompok khusus CLC (civil language center) mengundang 'bule-bule' ke himpunan untuk sekedar berdiskusi atau berbagi cerita, hitung-hitung practice our english on that time. Iseng-iseng saya sedikit terlibat percakapan dengan si 'bule' yang kemudian membuat saya di-klaim bisa direkrut sebagai anggota baru CLC. :)) Akhirnya, saya masuk ke struktur organisasi sebagai anggota CLC. Nah, di CLC inilah saya mengenal Kak Egy lebih dekat. 

Di kampus kami, ada ritual EEDC (engineering english debating competition) yang dihelat setiap tahunnya. Ajang ini diselenggarakan oleh UKM bernama WELCOME 09 SMFT-UH (worldwide language community of engineering). Kak Egy, sebagai debater yang cukup handal ingin mencari bibit-bibit debater baru di angkatan kami, jadilah kami diperkenalkan ke dunia debating oleh beliau melalui CLC. Suatu ketika, Fak. Kedokteran menyelenggarakan ajang debat tingkat SMA dan Universitas se-Sulawesi Selatan, di awal tahun 2006. Merasa kami telah dilatih secara berkala oleh beliau, dia lalu mengutus 3 tim dari SMFT-UH, yang mana 2 tim berasal dari jurusan kami, sipil. Tidak sia-sia, kenekatannya kala itu mengantar tim kami sebagai runner up di kompetisi tersebut. :) Selang 2 bulan, EEDC kembali digelar, karena bermodalkan runner up di ajang tingkat universitas, Kak Egy kembali mengutus kami mewakili jurusan sipil di 4th EEDC tahun 2006. Alhamdulillah, we're the champion

Selepas EEDC, kami tetap rutin latihan debat di HMS, masih dengan adjudicator yang sama, Kak Egy. Kondisi WELCOME 09 ternyata tidak sesehat kelihatannya seperti saat kepanitiaan EEDC. Semakin hari semakin terpuruk ditinggal sang President. Akhirnya Kak Egy mengumpulkan anggota WELCOME 09 yang masih tersisa dan menyarankan untuk membuat Musyawarah Luar Biasa hingga penetapan President baru di tahun 2007. Dan akhirnya, beliau meminta saya secara pribadi untuk menduduki kursi Vice President. Maka, jadilah saya Vice President yang cukup buta akan organisasi sendiri. :( Ditambah lagi cukup disibukkan dengan tulisan-tulisan bulanan untuk mading Rekayasa.. yang bisa dibilang, cukup melelahkan. But, from that hectic period, i learnt so much things. Dan saat-saat itulah yang kemudian bisa membentuk saya menjadi pribadi yang seperti sekarang. Peranan Kak Egy tidak sampai di situ, setiap kali ada kesempatan untuk berdiskusi, beliau selalu meluangkan. Entah diskusi tentang WELCOME 09, HMS FT-UH, debating, memberi pelatihan adjudicator, sampai pembahasan tentang rahasia-rahasia kecil kami. :) Karena motivasi Kak Egy juga, saya akhirnya berani untuk menjadi Adju debating di beberapa ajang di luar kampus. Selepas masa ke-wakil-presidenan, ternyata WELCOME 09 masih berani untuk mempercayakan saya sebagai President periode 2008-2009. 

Masa itu Kak Egy sudah bergelar sarjana, dan sudah cukup disibukkan dengan profesinya sebagai tenaga pengajar di salah satu lembaga kursus bahasa inggris terbesar di Makassar. Tapi ia masih cukup sering memberi masukan dan menjadi penghubung antara WELCOME 09 dengan kantornya, sebagai sponsor pada beberapa kegiatan. Lama tak bertukar kabar, terakhir saya mendengar beliau bekerja sebagai PNS di Kendari pada Dinas PU. Sampai akhirnya, kabar terbaru yang saya terima semalam, beliau sudah pergi, penyakit asmanya menjadi alasan kepergiannya selain karena kehendak Sang Pemilik Kehidupan. :'(

Saya mungkin hanya 1 dari seribu adik yang merasa dekat dengan beliau. Tapi saya percaya, kalo kamu sempat mengenalnya, kamu akan merasa dekat dengan Kak Egy. Pribadinya yang terbuka, supel, dan tulus saya pikir cukup mampu menjadi inspirasi untuk orang sekitarnya. Saya selalu ingat ceritanya ketika ia masih maba, debutnya sebagai seorang debater berawal ketika ada ajang debat tingkat universitas, seniornya hanya memanggilnya dan bilang "Egy.. ko ikut debat nah.. maumi mulai itu, we are the champion!" Dan dengan modal we are the champion dari seniornya, Kak Egy turun dan ... kalah. Bagaimana tidak, dia sama sekali buta tentang debate competition saat itu. "Itulah alasannya kenapa saya begitu peduli sama juniorku tentang debating, karena saya tidak mau jadi seperti seniorku, cuma kasi modal we are the champion baru suruh adek-adekku turun kompetisi... jelas kalah... jadi, kau juga begitu nanti... ajari adek-adekmu dulu sebelum kau tinggalkan.." dan saya tahu kak... saya tidak pernah menjadi sepertimu. :'( Maaf.. Saya tidak pernah bisa seloyal beliau terhadap lembaga.. khususnya WELCOME 09. Well.. seperti itulah Kak Egy untuk saya, perannya terhadap eksistensi saya pada lembaga kemahasiswaan, dunia debating yang pernah sangat saya cinta,  serta motivasi saya untuk mengeksplorasi kemampuan yang saya punya. Tanpa niat nekat Kak Egy, saya dan teman-teman mungkin tidak akan pernah menjadi runner up itu, the champion itu, Vice President kemudian President, dan tidak akan mengenal sejarah WELCOME 09 lebih jauh. 

Maaf untuk semua janji yang terabaikan ya Kak.. Maaf untuk semua salah dan khilaf.. Terima kasih untuk setiap inspirasi, loyalitas, serta semua hal yang sudah Kak Egy berikan. I miss those moments with you... :( Innalillahi wa innailaihi roji'uun.. Semoga Kak Egy dilapangkan kuburnya, diringankan bebannya, diampunkan dosanya. Al Fatihah..

Dear my Rabb..
Lapangkan kuburnya, ampuni dosanya, ringankan bebannya... Hanya KepadaMu Kami Menghamba
Aminnn ya Rabbal Alamiiin...

Ini tampang Kak Egy waktu jaman saya maba :)
Grabbed from his facebook account

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun

Egi, Spontan, Semangat, Optimis...
Goo Bye pals...

*LA-Crew

Grace Amaliah mengatakan...

Sama dew...sempat kaget lihat status bbm nya kak tyo...makanya sy langsung sms dirimu just made for sure klo kak egi itu Egwin Al Yusuf. ternyata benar T^T Al-Fatihah....

Amanda mengatakan...

Innalillahiwainnailaihirojiun.
Saya malah baru tahu kabar ini, sekarang.
Pengen nangis.



... nangis deh :'(