Rabu, 25 November 2015

Bagaimana Jika Kelak..

Di sela-sela sibukku dengan berkas-berkas petani dan tumpukan email di outlook desktop, ketakutan tiba-tiba menerpaku. Bagaimana jika kelak, saat kita semua, manusia dari yang pertama hingga yang terakhir, berdiri bersama-sama menanti yaumul hisab di Padang Mahsyar. Lalu aku mencari sosok yang kuharap mampu memberikan syafaatnya, agar hisabku dimudahkan. Dialah Rasulullah SAW.

Ketakutanku adalah, ketika saat itu tiba, ternyata Rasulullah menolakku, menurutnya aku bukan bagian dari umatnya. Karena aku mangabaikan sunnahnya, tak menjauhi larangannya, bahkan tak menaati perintahnya. Ia tak mengakuiku sebagai ummatnya, karena perihal kecil saja aku tak seperti ummatnya, yang telah ia tunjukkan dan contohkan tata caranya. Tata caranya berpakaian, makan, sholat, tidur, bersosialisasi dengan lawan jenis, bekerja dan semua hal yang memang tak kuketahui. 

Menurutnya aku bahkan lebih mirip dengan idolaku saat di dunia, artis-artis yang selalu kitiru cara berpakaiannya, merk kosmetiknya, gaya hidupnya, mungkin aku adalah umat dari artis-artis tersebut. 

Subhanallah... Astagfirullah... Terlalu liar mungkin imajinasiku. Tapi tak juga salah setidaknya, aku ingin mengingatkan diriku, bahwa ketika saat itu tiba, aku tak ingin ada penyesalan.

-dikantordanakankembalikedesktop-



Tidak ada komentar: