Senin, 18 Januari 2016

My First 10 Week!

Hai, saya hamil lagi. Bukan kabar baru sih, taunya sudah sekitar sebulan, dan di sebulan pertama sudah 3x konsul ke Obgyn, hehe. Kebanyakan? Iya, itupun di 3 dokter kandungan yang berbeda di Makassar. 


Yang pertama ke dokter Maisuri, soalnya, sebelum hamilpun (sebulan sebelum positif) saya sempat mengkonsultasikan IgG Rubella dan CMV saya yang positif. Saat itu saya masih belum haid juga, setelah suntik KB triwulan terakhir di bulan Februari, kala itu sudah bulan Oktober. Dari beliau tidak ada treatment khusus, hanya disarankan untuk menjaga kondisi kesehatan, menjaga makanan, plus dikasih vitamin pengendali tubuh (haalah bahasanya). 


Dua minggu kemudian menstrual period saya balik (akhirnya..), tapi selain masih faktor KB, mungkin karena masih menyusui juga, jadinya bulannya gak datang-datang. Eniwei, periodnya cuma datang sekali di 27 Oktober itu aja. Awal Desember mulai dagdigdug karena yang ada cuma tanda-tanda mau datang aja si bulannya, sudah sebulan bahkan sejak 2 minggu setelah period berakhir tanda-tandanya sudah akan datang, tapi si periodnya juga tak kunjung datang.


Coba test pack, Alhamdulillah positif. Balik lagi ke dokter Maisuri, usia janin sekitar 5 minggu. Oiya, menstrual period saya sebelum menikah emang sudah dari sononya suka dateng telat, alias siklusnya panjang. Makanya untuk menentukan usia janin doter tidak memutuskan menggunakan tanggal menstruasi terakhir, tapi diukur berdasarkan ukuran janin. Dari dr. Maisuri saya dibekali obat penguat kandungan dan vitamin.


Sejak lama sebenarnya banyak yang menyarankan saya untuk konsultasi tentang TORCH pada dr. Efendi Lukas, katanya beliau mendalami hal tsb. untuk masalah kandungan. Sebenarnya sama, dr. Maisuri pun demikian, tapi karena saya masih haus informasi dan mau mencari third opinion tentang hal ini, jadilah kusambangi juga dr. Efendi. Penjelasannya sama dengan dr. Maisuri, tidak ada treatment khusus selain menjaga kondisi tubuh selama hamil. Dr.Efendi bahkan menekankan, kalau penyebab microtia yang diderita oleh anak pertama saya belum tentu virus. Banyak hal yang bisa menjadi penyebabnya. Kala itu usia janin saya 7 minggu. 


Saya dibekali vitamin penstabil kondisi tubuh, DHA + asam folat, dan obat mual jika dibutuhkan. Karena beliau laki-laki, saya memang tidak niat untuk konsul secara kontinyu, yang penting penjelasannya seragam dan saya sudah yakin. Yasudahlah.. Lillahi ta’ala.. Apapun yang menjadi takdir Allah toh memanglah sudah ketentuan Allah. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan, termasuk dalam mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya.


Setelah dari dr. Efendi, saya kemudian galau ingin melanjutkan konsultasi ke mana. Mau balik ke dr. Maisuri, tapi karena RS tempat beliau praktek bukan RS rekanan asuransi kantor saya, saya harus reimburse. Tapi setelah menilik flow reimburse baik di kantor suami dan kantor saya yang rada lama banget (bisa lebih dari sebulan) itupun kantor suami masih ada 4 tagihan reimbursement medical kami yang belum cair. Setelah ditotal-total lumayan ngerusak cash flow bulanan juga kalo ngambil lagi trus yang 4 kemarin belum cair (-__-)”.


Jadilah saya putuskan untuk menggunakan asuransi kantor (untuk pertama kalinya) dan sayangnya, asuransi kami yang baru, start Januari 2016, RS yang menjadi rekanannya cuma 3 di Makassar. RS Awal Bros, RS Siloam, RS Pendidikan UNHAS. Kalo milih UNHAS jelas kejauhan, sudahlah pasti out of list. Siloam, dokter muslimnya sedikit sekali, itupun belum ada yang saya kenal. Karena persalinan anak pertama saya juga di RS Awal Bros, dan Alhamdulillahnya dr. Nathalia, dokter kandungan saya waktu anak pertama baru saja masuk lagi setelah cuti melahirkan, so I went back to Awal Bros Hospital. Dan kembali konsultasi ke beliau. Saya disarankan melanjutkan asam folat dari dr. Efendi dan dibekali obat peredam kontraksi yang diminum kalau-kalau Braxton Hicks nya kembali datang dan tak tertahankan.


Cerita tentang Braxton Hicks, baru saya alami di kehamilan ke-dua ini. Waktu hamil pertama dulu, hanya semacam kram biasa, seperti masa PMS. Tidak ada keluhan tegang-tegang begini, atau mungkin karena saat itu saya belum tahu bagaimana rasanya kontraksi? Ah entahlah. Untuk mual, yang sekarang tidak se-mual hamil pertama dulu, tapi pusingnya masih, lumayan sering. Kalau pusingnya datang dan saya tidak segera istirahat, penglihatan saya bisa berkunang-kunang, tubuh sampai wajah saya berasa kram, mungkin bisa sampai pingsan. 

Oke.. so far, curhatnya itu dulu. Doakan kami sehat selalu dan selamat sampai persalinan ya..  tunggu curhatan saya selanjutnya jika ada kesempatan. Dear you, my baby bump.. I love you, we love you. 


1 komentar:

Ugha Amalie mengatakan...

dijaga sayang....