Selasa, 05 Januari 2016

The Power of Whisper

Semalam chatting sama seorang ibu menyusui yang bayinya baru berumur seminggu dan galau karena bayinya rewel saat menyusu.. jadinya nulis ini.
.
Saya adalah tipikal Ibu yang sangat percaya akan adanya bonding (kelekatan) antara Ibu dan Anak. Itu pula sebabnya dalam mendidik #ghazykhayran di 2 tahun pertamanya saya sangat mengandalkan ‘The Power of Whisper’ dalam setiap hal baru yang ingin saya tanamkan. Mulai dari mengajarkan membedakan siang-malam, belajar menyusu dengan benar, tidak menyukai sufor, membantu saya meningkatkan produksi ASI dengan cara rajin menyusu, menolak meminum asip jika saya ada, dan mencegah dia bingung puting. Alhamdulillah, dia mengerti. :)
.
Banyak yang bertanya, bagaimana caranya Ghazy tidak bingung puting padahal saya adalah seorang ibu bekerja? Pakai dot apa? Dot nya dot khusus ya? Jawabannya hanya ‘The Power of Whisper’ kalo saya. Saat cuti melahirkan dulu, saya sempat baca-baca artikel kalo sebelum masuk ngantor harus mengajarkan bayi menyusu dengan dot terlebih dahulu, agar bayi terbiasa. Tiga hari sebelum cuti usai, saya coba menerapkan hal itu, saya minta tolong pada Ibu saya untuk memberikan ASIP melalui dot. Tapi Ibu saya tak sanggup dengan tangisan Ghazy, sampai akhirnya menyerah dan bilang “sudah nanti saja pakai dotnya, kalo kamu masuk kantor sekalian..”. Dan ternyata memang benar, awal-awal dia agak rewel, tapi karena lapar, ASIP nya dia tenggak juga.
.
Tapi bukan itu awalnya, Ghazy sejak usia 9-30 hari harus terbantu sufor, karena saya baby blues dan akhirnya ia kuning, harus fototerapi selama 3 hari di RS. Saya ngeliat anak fototerapi, lemas, sampe BB nya mesti turun dari berat lahir yang 3,45 kg jadi sisa 2,95 kg makin shock dong, jadilah produksi ASI saya makin sedikit. Nah pada saat dibantu sufor ini lah saat saya mulai sering curhat pada Ghazy saat menyusui.
.
“Ghazy, Ghazy sementara ditambah minum susu formula dulu yaa.. sambil tunggu Ibu usaha biar ASI nya banyak.. Ghazy yang sabar ya.. sufor memang tidak enak, tapi daripada Ghazy kelaparan, tidak papa ya dibantu dulu..”
“Ghazy, sekarang sudah malam.. bobonya lampunya dimatikan yaa.. Biar bobonya enak.. nyenyak, dak bangun-bangun kecuali haus..”
“Ghazy, nanti kalo ibu ke kantor, Ghazy minum ASIP nya sama Dato’ ya.. pake botol dulu.. tapi kalo Ibu sudah pulang langsung nyusu sama Ibu..”

.
Well, semuanya memang tidak semudah itu, bayi pastinya akan rewel di awal-awal, tapi saya yakin, orang yang paling bertanggung jawab dalam membentuk kebiasaan anak adalah kita, para orang tua. Semuanya lancar?? Tentu tidak.. :) Tapi semuanya bisa, dengan ikhtiar serta istiqomah dalam penerapannya. Ghazy rewel selama seminggu pertama saat belajar membedakan siang-malam. Ghazy rewel di 3 hari pertama saat harus menyusu ASIP dengan dot saat saya masuk kantor. Tapi Alhamdulillah, adaptasinya tak butuh waktu lama. Ia terbiasa tidur dalam gelap, menolak meminum ASIP jika sudah tahu saya sudah di rumah, Ghazy tidak bingung puting dengan menggunakan dot biasa.
.
Tapi sekali lagi, semuanya butuh proses, usaha, dan tentu saja sabar. Di saat anak rewel jangan marah ataupun kesal. Selalu pahami bahwa bayi adalah manusia baru yang sedang beradaptasi dengan dunia yang baru ia masuki. Mereka butuh usaha yang keras untuk belajar menyusu dengan benar, dan butuh lingkungan yang tenang dan nyaman, mood Ibu yang tidak baik tentu saja bisa dirasakan oleh bayi dan mampu mempengaruhi proses tersebut. Jadi, menjadi Ibu memang butuh kesabaran yang luar biasa menurut saya. Seiring berjalannya waktu Ibu dan anak akan saling memahami insyaAllah. Selamat mendidik anak-anak.. :)

Kind regards,

Ibu Ghazy

Tidak ada komentar: